Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

India Berbangga Telah Berhasil Mengembangkan Vaksin Kanker Serviks

📅 Sabtu, 05 Nov 2022, 08:13 WIB | Oleh:
India Berbangga Telah Berhasil Mengembangkan Vaksin Kanker Serviks Doc: Istimewa

Kanker serviks merupakan jenis kanker paling umum keempat di kalangan perempuan secara global dengan perkiraan 604.000 kasus baru dan 342.000 kematian pada 2020. Data tersebut menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Maka dari itu Serum Institute of India (SII) yang juga merupakan produsen vaksin terbesar di dunia, telah mengembangkan vaksin kanker serviks pertama di India yang akan segera dipasarkan. Hal itu seperti yang dikatakan oleh Serum Institute of India (SII) dan pemerintah pada Kamis.

Berdasarkan informasi ada sekitar 90 persen kasus baru dan kematian di seluruh dunia terjadi di negara-negara yang termasuk ke dalam kategori berpenghasilan rendah dan berpenghasilan menengah pada tahun tersebut. Dua jenis human papilloma virus (HPV), 16 dan 18, menyebabkan sedikitnya 70 persen kanker serviks, dan Departemen Bioteknologi India mengatakan bahwa vaksin tersebut akan dapat mengatasi jenis virus HPV 16 dan 18, serta 6 dan 11.

Merck & Co and GSK Plc merupakan produsen utama vaksin human papillomavirus (HPV). "Vaksin yang dikembangkan secara lokal ini akan membuat negara kami mandiri dalam menekan jumlah kematian pada perempuan yang disebabkan oleh kanker serviks," kata Chief Executive SII Adar Poonawalla dalam sebuah pernyataan.

Chief Executive SII Adar Poonawalla mengatakan kepada wartawan bahwa vaksin human papillomavirus tersebut akan dipasarkan dalam beberapa bulan, pertama untuk pasar India dan kemudian pasar global.

Harga vaksin human papilloma virus tersebut mungkin berkisar antara 200 rupee (sekitar Rp37 ribu) dan 400 rupee (sekitar Rp74 ribu) dan Serum Institute of India akan memproduksi sekitar 200 juta dosis dalam dua tahun, kata Poonawalla seperti dikutip mitra Reuters, ANI.

Vaksin Serum Institute of India itu akan diberikan melalui suntikan dalam dua dosis untuk anak-anak perempuan berusia 9 sampai dengan umur 14 tahun dan tiga dosis untuk perempuan berusia 15 sampai dengan umur 26 tahun.



Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Korupsi di Pelayanan Publik...

OJK dan Pimpinan DPR Bahas Penguatan Pasar Modal

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
OJK dan Pimpinan DPR Bahas ...

Proses Pengosongan Kawasan Eks Hotel Sultan

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Proses Pengosongan Kawasan ...

LPS Jalin Kerjasama Dengan Kerjaksaan Agung

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
LPS Jalin Kerjasama Dengan ...
Luar Negeri
JD Vance: Kekuatan Militer ...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.