Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Imigrasi Pangkalpinang Perkuat Desa Binaan Cegah TPPO

📅 Kamis, 31 Jul 2025, 16:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Imigrasi Pangkalpinang Perkuat Desa Binaan Cegah TPPO Doc: ANTARA
Ket. Kantor Imigrasi Pangkalpinang bersama Anggota Komisi XIII DPR menyosialisasikan bahaya TPPO dan TPPM di Desa Beluluk Bangka Tengah, Kamis (31/7/2025).

PANGKALPINANG – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Komisi XIII DPR memperkuat fungsi desa binaan imigrasi, guna mencegah dan menekan angka kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang tinggi di daerah itu.

"Hari ini kegiatan sosialisasi dan penguatan fungsi desa binaan imigrasi dilakukan di Desa Beluluk Kabupaten Bangka Tengah," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang, Ahmad Khumaidi, di Desa Beluluk, Kamis (31/7).

Ia mengatakan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang melalui Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) bersama Anggota Komisi XIII DPR, Melati, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penguatan fungsi desa binaan imigrasi serta tugas dan fungsi petugas imigrasi pembina desa (Pimpasa) di Desa Beluluk Kabupaten Bangka Tengah, guna menekan kasus TPPO dan TPPM di Kepulauan Bangka Belitung.

"Sosialisasi dan penguatan desa ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya dan modus kejahatan TPPO dan TPPM yang tinggi di daerah ini," katanya.

Ia menyatakan kasus TPPO dan TPPM di Kepulauan Babel tinggi, di mana sebanyak 76 WNI asal Bangka yang telah dipulangkan dari Kamboja dan 26 orang di antaranya tercatat membuat paspor di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang.

"Saat ini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri menempati peringkat ketiga tertinggi nasional terkait kasus TPPO ini," katanya.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Kepulauan Bangka Belitung Qriz Pratama menyampaikan pencegahan TPPO dan TPPM membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari camat, kepala desa, babinsa, hingga bhabinkamtibmas.

"Melalui sosialisasi desa binaan imigrasi ini, masyarakat dapat memperoleh akses informasi keimigrasian yang lebih luas sehingga dapat meningkatkan literasi dan kewaspadaan terhadap potensi pelanggaran keimigrasian, baik bagi pekerja migran maupun warga yang bepergian ke luar negeri," katanya.

Anggota Komisi XIII DPR Melati menegaskan kasus TPPO di Bangka Belitung harus segera diberantas dan mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi tanpa kejelasan legalitasnya.

"Saya berharap seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam memantau keberadaan orang asing di lingkungannya demi mendukung kelancaran pengawasan keimigrasian ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.