Ilham Sukses Menantang Keterbatasan di Bisnis Fesyen
📅 Selasa, 09 Sep 2025, 18:42 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Shopee
Tidak semua anak muda mencari pekerjaan tetap setelah lulus sekolah. Bagi Ilham, entrepreneur usia 21 tahun asal Bogor, pilihan justru jatuh pada dunia usaha yang penuh tantangan. Dorongan yang kuat untuk membantu ekonomi keluarga dan tekad untuk mandiri membuatnya berani menekuni bisnis fesyen.
Awalnya, perjalanan di bisnis ini tidak mudah, tetapi berkat kegigihan dan semangat untuk terus belajar terutama terhadap teknologi membawanya pada jalan baru. Kini, melalui jenama Mezzo Rise in Art ia membuktikan anak muda juga bisa membangun merek lokal dengan omzet puluhan juta rupiah setiap bulannya berkat dukungan platform digital seperti Shopee.
Founder Mezzo Rise in Art, Ilham, menuturkan, banyak orang hanya melihat hasilnya ketika usaha sudah berjalan lancar. Padahal, ia pernah berada di titik yang sangat berat. Bahkan ia sempat ragu dengan pilihan ini.
“Tapi saat itu saya berpikir, kalau menyerah sekarang, semua perjuangan pastinya akan sia-sia. Tak hanya itu, saya mulai belajar hal-hal baru dari nol, seperti cara memotret produk, membuat video, hingga menulis deskripsi yang menarik,” ungkapnya.
“Saya juga aktif ikut kampanye yang dihadirkan platform Shopee dan mengikuti kelas-kelas yang mereka adakan. Semua itu akhirnya membuahkan hasil. Bagi saya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, justru menjadi alasan untuk melangkah lebih jauh,” paparnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jadi Brand Fesyen Lokal Favorit
Perjalanan Ilham membangun Mezzo Rise in Art penuh dengan kisah perjuangan. Lahir dari keluarga sederhana di Bogor, Ilham tumbuh dalam lingkungan yang membuatnya terbiasa melihat orang tua bekerja keras demi mencukupi kebutuhan. Dari situ, ia belajar bahwa kemandirian finansial bukan hanya pilihan, melainkan sebuah keharusan yang harus diwujudkan sejak muda.
Awalnya, ia hanya berfokus membuat pakaian pria kasual dengan desain sederhana. Namun, keterbatasan modal membuatnya hanya mampu memulai dengan 800 ribu rupiah. Dengan jumlah yang minim, ia hanya bisa memproduksi beberapa potong pakaian, sehingga pilihannya terbatas dan sulit bersaing dengan brand lain yang lebih dulu dikenal pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski kecil, modal di bawah satu juta rupiah tersebut menjadi titik awal yang membuktikan bahwa niat kuat dan kerja keras bisa membuka peluang lebih besar. Ia kemudian aktif mencari tahu tren fesyen yang sedang berkembang, mempelajari cara mengelola stok agar tidak menumpuk, hingga mencoba berbagai strategi sederhana untuk berinteraksi dengan calon pelanggan.
Ia juga mulai mengamati bagaimana jenama lain menampilkan produknya secara menarik, lalu berusaha menyesuaikan dengan gayanya sendiri. Proses belajar itu tidak instan, namun perlahan-lahan mulai membuahkan hasil.
Ubah Keterbatasan Menjadi Peluang
Titik balik perjalanan Mezzo Rise in Art terjadi ketika Ilham serius mengoptimalkan Shopee sebagai etalase digital utama. Shopee bukan hanya marketplace, tetapi wadah yang mempertemukannya dengan pasar yang jauh lebih luas.
Pelan tapi pasti, produk fesyen Mezzo Rise in Art mulai dilirik konsumen. Jika di hari biasa Ilham hanya menerima 30 sampai 40 pesanan per bulan, maka melalui berbagai kampanye besar seperti Big Ramadan Sale, hingga 12.12 Birthday Sale, orderannya bisa melonjak drastis dengan rata-rata hingga 500 potong per hari, sebuah capaian yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Selain peningkatan penjualan, Shopee juga mendampingi para UMKM seperti Mezzo in Art dengan pengetahuan praktis untuk mengelola bisnis digital. Melalui program pendampingan dan kelas pelatihan, ia mempelajari strategi promosi, pemanfaatan iklan, hingga pelayanan pelanggan yang efektif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!