HKPI Sukses Gelar Inaugurasi Angkatan XI, Cetak Lebih dari 100 Kurator dan Pengurus Profesional
📅 Sabtu, 16 Agu 2025, 01:23 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: Koran Jakarta/Rivaldi Dani Rahmadi
BOGOR - Himpunan Kurator dan Pengurus Indonesia (HKPI) sukses menyelenggarakan Inaugurasi Angkatan XI di kawasan Gunung Geulis, Kabupaten Bogor, pada Jumat (15/8). Acara ini menjadi puncak dari rangkaian program pelatihan dan sertifikasi yang telah berlangsung sejak Mei 2025, sekaligus menandai komitmen HKPI dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten di bidang kurasi dan pengelolaan aset.
Sebanyak 124 peserta mengikuti pelatihan intensif dan ujian sertifikasi yang dirancang untuk menguji kompetensi mereka sebagai kurator dan pengurus. Dari jumlah tersebut, 102 peserta dinyatakan lulus dan resmi menyandang gelar profesional sesuai standar HKPI. Keberhasilan ini menjadi bukti dedikasi para peserta serta peran HKPI dalam meningkatkan profesionalisme di bidang hukum kepailitan dan pengelolaan aset.
Ketua Umum HPKI, Dr (c). H. Martin Erwan, S.H., M.H. menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan. Ia menjelaskan filosofi logo HKPI yang menggambarkan kurator memegang buku di dalam budel, simbol bahwa kurator harus terus belajar.
"Ujian sebenarnya teman-teman ini adalah setelah nanti di lapangan, kalau sekarang kita masih bisa haha-hihi, ketawa, tapi nanti ketika sudah diuji, teman-teman pegang perkara, pegang budel dengan tingkat kesulitan yang tinggi, tapi dengan budel yang banyak duitnya, ujiannya di situ,” kata Martin dalam sambutannya di acara Inaugurasi Angkatan XI HKPI, dikutip Jumat (15/8).
"Mudah-mudahan teman-teman ini tidak lupa diri, selalu ingat bahwa kita dilahirkan bersama-sama oleh HKPI, dibesarkan HKPI, karena itu kita sepakat HKPI jaya," tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Sekretaris Jenderal HKPI, Kevin Satriawan Tandar, S.H., LLM. mengingatkan para anggota HKPI untuk terus menjaga integritas.
“Jaga integritas, kalian itu akan bertanggungjawab dengan aset-aset perusahaan atau perorangan yang mungkin ratusan milyar atau triliun tergantung rezeki masing-masing. Pesan kami terutama anggota HKPI harus jaga integritas, jangan silau akan harta kekayaan karena pidana menantimu,” tegasnya.
Dr (c). Jo Wendy Sutoyo, S.H., M.H., Ketua Dewan Sertifikasi HKPI, menambahkan bahwa jam terbang dan interaksi dengan kurator senior sangat penting dalam membentuk kurator yang andal.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pesan saya cuma satu saja, menjadi kurator ini kan tidak cukup hanya melalui proses pelatihan atau pendidikan yang diselenggarakan oleh organisasi, seperti HKPI ini. Tentu juga harus diperbanyak jam terbang. Jam terbang ini sangat menentukan nanti kita ke depannya," ujar Wendy.
Salah satu peserta, Dr. Yuli Yanti Hutagaol, S.H., M.H., membagikan kisahnya yang berangkat dari pengalaman buruk terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan kepailitan.
"Karena itu, saya ingin belajar banget, apa sih itu kepailitan, apa sih itu PKPU, jadi supaya tidak ada korban-korban lainnya. Puji tuhan saya lulus, dan saya belajar banyak di HKPI ini tentang PKPU dan kepailitan," tutur Yuli.
Yuli melihat kondisi ekonomi Indonesia sebagai peluang besar bagi profesi kurator, namun juga menekankan pentingnya pemahaman hukum agar tidak terjebak dalam jerat pidana.
"Peluangnya sangat bagus, apalagi di Indonesia banyak banget statement Indonesia sedang tidak baik-baik saja dan banyak sekali company yang dipailitkan. Dari sisi kuratornya ini adalah big chance untuk kita, tapi sekali lagi kurator itu bukan hanya terancam kaya tapi juga terancam pidana, karena itu tadi disampaikan bahwa kami harus terus belajar dan belajar supaya tidak beririsan dengan pidana," ucapnya.
Ia juga berharap adanya kerja sama antara kurator dan pihak kepolisian untuk menyamakan persepsi terkait undang-undang kepailitan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!