Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hasil Uji Terbukti Bisa Kurangi Kematian pada Kanker Paru-paru

📅 Selasa, 06 Jun 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Hasil Uji Terbukti Bisa Kurangi Kematian pada Kanker Paru-paru Doc: ISTIMEWA
Ket. Kanker paru-paru adalah bentuk penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian.

WASHINGTON - Hasil uji klinis yang diumumkan pada Minggu (4/6) menunjukkan pil Osimertinib dengan nama pemasaran Tagrisso, baru-baru ini terbukti mengurangi separuh risiko kematian akibat jenis kanker paru-paru tertentu ketika diminum setiap hari setelah operasi pengangkatan tumor.

Dikutip dari The Straits Times, hasil uji laboratorium itu diumumkan di Chicago pada konferensi tahunan spesialis kanker terbesar, yang diselenggarakan oleh American Society of Clinical Oncology (ASCO).

Kanker paru-paru adalah bentuk penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian, dengan sekitar 1,8 juta kematian setiap tahunnya di seluruh dunia.

Perawatan yang dikembangkan oleh grup farmasi AstraZeneca ini menargetkan jenis kanker paru-paru tertentu pada pasien yang menderita kanker sel nonkecil, jenis yang paling umum, dan menunjukkan jenis mutasi tertentu.

Mutasi ini, pada apa yang disebut reseptor faktor pertumbuhan epidermal, atau epidermal growth factor receptor (EGFR), memengaruhi 10 persen hingga 25 persen pasien kanker paru-paru di Amerika Serikat dan Eropa, dan 30 persen hingga 40 persen di Asia.

Uji klinis melibatkan sekitar 680 peserta pada tahap awal penyakit (tahap 1B hingga 3A), di lebih dari 20 negara. Mereka harus dioperasi terlebih dahulu untuk mengangkat tumor, kemudian setengah dari pasien menjalani pengobatan setiap hari, dan yang lainnya menggunakan plasebo.

Penurunan Risiko

Hasilnya menunjukkan bahwa mengonsumsi pil itu menghasilkan penurunan 51 persen risiko kematian bagi pasien yang dirawat, dibandingkan dengan plasebo.

Setelah lima tahun, 88 persen pasien yang menggunakan pengobatan masih hidup, dibandingkan dengan 78 persen pasien yang menggunakan plasebo.

"Data ini mengesankan. Obat tersebut membantu mencegah kanker menyebar ke otak, ke hati, ke tulang," kata Roy Herbst dari Universitas Yale, yang mempresentasikannya di Chicago.

Sekitar sepertiga dari kasus kanker sel nonkecil dapat dioperasi saat terdeteksi. "Sulit bagi saya untuk menyampaikan, menurut saya, betapa pentingnya temuan ini," kata Nathan Pennell dari Cleveland Clinic Foundation pada konferensi pers.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.