Hasil Riset Ungkap Panel Surya Berguna bagi Satwa Liar dan Petani
📅 Jumat, 03 Mar 2023, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Shutterstock
Eric Nordberg, University of New England
Transisi energi terbarukan di Australia memicu pembangunan belasan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berskala besar. Meski tren ini mengurangi ketergantungan Negeri Kangguru terhadap bahan bakar fossil, pembangunan PLTS juga menambah kebutuhan lahan untuk memasang panel surya.
Tren yang sama juga terjadi di Indonesia yang mulai menggenjot pembangunan PLTS berskala besar.
Proyek PLTS sebagian besar berlokasi di kawasan perdesaan. Sejumlah pihak mengkhawatirkan pemakaian lahan untuk PLTS berpotensi menggerus produksi pertanian maupun mengganggu habitat kehidupan liar.
Sebenarnya ada cara untuk memperluas infrastruktur PLTS tanpa mengganggu manusia ataupun makhluk lainnya. Misalnya, adanya proyek PLTS agrivoltaik" yang beroperasi di antara tanaman pertanian ataupun hewan ternak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lantas, bagaimana konsep PLTS konservoltaik - kombinasi upaya konservasi biodiversitas dengan energi surya?
Riset terbaru saya menelaah apakah PLTS dapat digunakan untuk menyokong pelestarian spesies asli di suatu daerah. Hasilnya, saya menemukan panel surya justru menjadi habitat yang berguna bagi kehidupan liar, sekaligus bermanfaat bagi kesuburan tanah dan petani.
Rumah Baru
Sebaiknya Anda baca juga:
Bentang alam liar kita terus berkurang. Di Australia, kawasan lindung seperti taman nasional hanya mencakup 9% dari total luas wilayah.
Sementara, di Indonesia, jumlah kawasan lindung di daratan hanya setara 12,2% dari keseluruhan luas wilayah.
Banyak pepohonan di kawasan peternakan yang ditebangi menjadi padang rumput untuk hewan ternak. Artinya, satwa liar yang bergantung pada pohon-pohon mengalami kehilangan sebagian besar habitatnya.
Karena itulah, kita harus menyediakan tempat baru supaya satwa liar dapat mencari makan, beristirahat, berlindung, maupun berkembang biak.
Penelitian saya menelaah apakah kawasan PLTS yang berada di lahan pertanian ataupun peternakan dapat juga digunakan sebagai habitat satwa liar. Saya melakukan survei dan penyelidikan menggunakan camera trap (kamera tersembunyi) untuk mengenali tanaman dan hewan-hewan yang berada di sela-sela panel surya. Saya juga mencatat berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk berkoloni, serta langkah yang perlu dilakukan untuk menyokong mereka.
Hasil riset saya juga mencoba memunculkan istilah baru untuk penggunaan lahan berganda ini: konservoltaik. Saya juga menyitir penelitian lainnya yang menyimpulkan manfaat PLTS bagi konservasi. Tentu saja kita juga masih membutuhkan penelitian lanjutan soal ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!