Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harus Gerak Cepat Cegah Lonjakan Inflasi, Harga Sejumlah Bahan Pokok di Lebak Masih Tinggi

📅 Sabtu, 16 Des 2023, 22:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harus Gerak Cepat Cegah Lonjakan Inflasi, Harga Sejumlah Bahan Pokok di Lebak Masih Tinggi Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Omzet pedagang beras di pasar tradisional Rangkasbitung Kabupaten Lebak menurun hingga 60 persen akibat harga beras jenis medium masih tinggi kisaran Rp11.800 sampai Rp13.500/kg.

Lebak - Harus gerak cepat cegah lonjakan inflasi, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Lebak, Banten hingga kini masih tinggi atau belum terjadi penurunan signifikan akibat dampak kemarau panjang.

"Kita berharap harga bahan pokok bisa kembali harga normal," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Yani di Lebak, Sabtu.

Pemerintah Kabupaten Lebak tidak memiliki anggaran untuk menggelar kegiatan pasar murah dalam melakukan intervensi agar harga bahan pokok dapat dikendalikan hingga stabil.

Saat ini, harga bahan pokok sejak Juli sampai Desember 2023 masih tinggi dan belum terjadipenurunan di pasaran.

Harga beras medium untuk KW 1 dijual Rp13.400/kg, beras KW 2 Rp12.800/kg dan beras KW 3 Rp11.600/kg, sedangkan beras premium antara Rp14.000 sampai Rp15.000/kg.

Selain itu juga harga gula pasir Rp17.000/kg, minyak goreng kemasan Rp18.000/liter dan minyak goreng tanpa merk Rp14.200/liter.

Begitu juga terigu Rp13.000/kg, telur Rp36.000/kg, daging ayam broiler Rp36.000/kg, daging sapi Rp138.000/kg dan daging kerbau Rp138.000/kg.

Sedangkan, komoditas sayuran, seperti cabai merah keriting Rp88.000/kg, cabai besar Rp83.000/kg, cabai rawit merah Rp90.000/kg dan hijau Rp54.000/kg.

Bawang merah Rp31.200/kg, bawang putih Rp35.000/kg, kentang Rp45.000/kg dan wortel Rp25.000/kg.

Meski harga bahan pokok itu di pasaran masih tinggi, tetapi persediaan melimpah dan tidak terjadi kelangkaan.

"Kami terus mengoptimalkan pemantauan dan pengawasan agar harga bahan pokok itu tetap melimpah," katanya menjelaskan.

Sementara itu, sejumlah konsumen warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku saat ini harga bahan pokok terus merangkak naik sejak Agustus 2023 lalu akibat dampak kemarau panjang hingga kini.

"Kami berharap harga bahan pokok bisa kembali stabil dan normal, sehingga daya beli masyarakat meningkat," kata Siti Samsiah (55) seorang ibu rumah tangga warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.