Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2,5 Km

📅 Kamis, 02 Okt 2025, 12:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2,5 Km Doc: ANTARA
Ket. Arsip foto - Asap solfatara keluar dari kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta.

YOGYAKARTA – Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan awan panas guguran sejauh 2,5 kilometer (km) pada Kamis (02/10), ke arah Kali Boyong.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, di Yogyakarta, Kamis (02/10), menyebut awan panas guguran itu terjadi pada pukul 05.29 WIB.

"Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan dapat beraktivitas seperti biasa di luar daerah bahaya yang telah ditetapkan," ujar Agus.

Berdasarkan catatan seismik, kata dia, luncuran awan panas guguran itu berlangsung selama 225 detik dengan amplitudo sebesar 59 mm.

Selama periode pukul 00.00–06.00 WIB, teramati tujuh kali guguran lava Merapi ke arah barat daya atau Kali Sat/Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.

Sementara itu, mengacu laporan pengamatan visual aktivitas Gunung Merapi periode 19–25 September 2025, BPPTKG menyatakan adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah lava barat daya akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava, sedangkan untuk kubah tengah, tidak teramati adanya perubahan morfologi.

Ia menyebutkan berdasarkan hasil foto udara pada 25 September 2025, volume kubah lava barat daya Merapi mencapai 4.179.900 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.368.800 meter kubik.BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area dalam sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal lima kilometer) serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (sejauh maksimal tujuh kilometer).

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol lima kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

"Kami tegaskan kembali, selama anda berada di luar zona bahaya yang disebutkan di atas, anda dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan aman dan tenang," ujar Agus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

45 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.