Gunung Es Hitam Misterius Terlihat di Laut Kanada, Netizen Perdebatkan Asal Usulnya
📅 Sabtu, 14 Jun 2025, 11:01 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Facebook/Hallur Antoniussen
Sebuah gunung es hitam yang langka terlihat di lepas pantai Labrador, Kanada, memicu perbincangan hangat di media sosial mengenai asal-usul dan sejarahnya.
Gambar tersebut pertama kali diambil oleh seorang nelayan bernama Hallur Antoniussen, yang sedang memancing udang di Carbonear bulan lalu. Di atas kapal pukatnya, Saputi, Antoniussen tercengang melihat gunung es tersebut, yang hitam seperti jelaga, mengambang tenang di antara bongkahan es pucat.
"Saya pernah melihat gunung es yang terguling, yang katanya terguling di pantai dengan beberapa batu di dalamnya. Yang ini benar-benar berbeda. Bukan hanya warnanya hitam semua. Bentuknya hampir seperti berlian," kata Antoniussen kepada Radio CBC yang dikutip NDTV.
Pria berusia 64 tahun itu mengatakan sulit memperkirakan ukuran gunung es di laut, tetapi ia memperkirakan ukurannya setidaknya tiga kali ukuran bungalow biasa.
"Itu sesuatu yang jarang Anda lihat, dan kamera bukanlah sesuatu yang saya bawa saat bekerja. Jadi, saya langsung berlari ke kamar, mengambil ponsel, dan mengambil gambar ini," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat gambar itu menjadi viral, pengguna media sosial kagum dengan keunikan gunung es tersebut sementara yang lain mencoba mengemukakan teori tentang alasan warna gelapnya.
"Saya telah melihat banyak gunung es besar tetapi tidak pernah ada yang berwarna hitam," kata seorang pengguna sementara yang lain menambahkan: "Ini pertama kalinya saya melihat gunung es berwarna hitam!!"
Komentar lainnya, "Kemungkinan besar itu adalah bongkahan batu yang berada di permukaan es yang menggelinding atau jatuh ke gletser di daratan sebelum gunung es tersebut pecah di air pasang di pantai Greenland."
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengapa Warnanya Gelap?
Gunung es biasanya tampak putih karena adanya kantong-kantong udara kecil yang terperangkap yang menyebarkan semua panjang gelombang cahaya. Saat es menua dan terkompresi, udara terdorong keluar, sehingga lebih banyak cahaya yang dapat menembus, dan menjadi bening, seperti kaca.
Namun, beberapa gunung es dapat berwarna hitam atau keabu-abuan karena tanah dan material gelap lainnya yang terikat di dalam es, terkadang saat es menggelinding di atas permukaan yang gelap.
Menurut ahli glasiologi Lev Tarasov dari Memorial University di Kanada, salah satu teori yang berlaku adalah bahwa gunung es hitam tersebut dulunya merupakan bagian dari gletser yang lebih besar yang pecah dan jatuh ke laut.
"Seiring berjalannya waktu, saat es tersebut bergerak di sekitar Teluk Baffin dan menyusuri pantai Labrador, es tersebut mencair. Jadi saya rasa banyak es yang mencair. Mungkin bagian yang bersih ada di bawahnya, ya kan? Sekali lagi, 90 persen es berada di bawah air. Jadi kita hanya melihat puncak gunung es di atasnya," kata Tarasov.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!