Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur NTT: Wafatnya Paus Sebuah Kehilangan yang Sangat Besar

📅 Senin, 21 Apr 2025, 18:29 WIB | Oleh:
Gubernur NTT: Wafatnya Paus Sebuah Kehilangan yang Sangat Besar Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Arsip - Paus Fransiskus

KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengatakan kepergian Paus Fransiskus merupakan kehilangan yang sangat besar.

“Duka cita yang mendalam atas wafatnya pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus,” katanya di Kupang, Senin, di sela-sela acara Pawai Paskah Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di Kota Kupang, Senin.

Ia mengatakan kepergian pemimpin tertinggi umat Katolik dunia itu tidak hanya merupakan kehilangan besar bagi umat Katolik, tetapi juga bagi dunia secara luas.

Menurutnya, Paus Fransiskus merupakan sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelompok-kelompok yang terpinggirkan.

“Paus Fransiskus dalam kehidupannya selalu memberikan pesan kuat tentang pentingnya menghargai mereka yang terpinggirkan, orang-orang yang mungkin terlupakan atau diabaikan dalam berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, maupun politik di tingkat global,” ucapnya.

Melki mengenang momen ketika Paus Fransiskus membasuh kaki para pengungsi pada misa Kamis Putih sebagai simbol kepedulian terhadap mereka yang terlupakan.

Ia menekankan Paus tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi sungguh menyapa dan mendampingi kelompok-kelompok marginal, termasuk mereka yang terpinggirkan karena orientasi seksual ataupun kondisi sosial ekonomi.

Ketika berkunjung ke Jakarta dan mengunjungi Masjid Istiqlal, Paus Fransiskus juga memberikan pesan kuat tentang pentingnya perdamaian dan kebersamaan lintas iman.

“Ia mengajarkan kita untuk menjahit kebersamaan dengan semua orang yang berkehendak baik,” kata Gubernur Melki.

Ia mendoakan agar Paus Fransiskus mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan dan semua warisan semasa hidupnya dapat dilanjutkan oleh umat Katolik maupun seluruh umat manusia.

Paus Fransiskus pemimpin Gereja Katolik Roma meninggal dunia dalam usia 88 tahun pada Senin.

Menurut laporan Vatican News, Kardinal Kevin Farrell mengumumkan Paus Fransiskus meninggal di kediamannya pada 7:35 pagi waktu Vatikan.

“Hidupnya telah dibaktikan bagi melayani Tuhan dan Gereja. Beliau telah mengajarkan kita supaya hidup dengan nilai-nilai Injil dengan iman, keberanian, dan cinta kasih bagi semua, terutama kepada mereka yang paling miskin dan terpinggirkan,” ucap Kardinal Farrell.

Pada awal Februari 2025 Paus Fransiskus dirawat di Rumah Sakit Gemelli setelah menderita bronkitis selama beberapa hari. Kondisi klinis pemimpin Gereja Katolik tersebut semakin memburuk, dan pada Selasa (18/2), Paus didiagnosis menderita pneumonia bilateral.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.