Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur NTB Tetapkan Status Darurat Kekeringan untuk Wilayah Lombok Tengah

📅 Jumat, 13 Sep 2024, 09:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur NTB Tetapkan Status Darurat Kekeringan untuk Wilayah Lombok Tengah Doc: ANTARA/Akhyar Rosidi
Ket. Sumur warga di Lombok Tengah, Provinsi NTB mulai berkurang airnya dampak musim kemarau 2024.

LOMBOK TENGAH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah menyatakan status darurat kekeringan telah ditetapkan berdasarkan surat keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengantisipasi dampak kekeringan pada musim kemarau 2024.

"Status darurat kekeringan di Lombok Tengah sudah ditetapkan hingga Desember 2024," kata Kepala BPBD Lombok Tengah Ridwan Maruf di Lombok Tengah, Jumat (13/9).

Ia mengatakan kondisi Lombok Tengah saat ini telah memasuki puncak musim kemarau, sehingga beberapa sumber air seperti sungai dan sumur warga mulai berkurang airnya.

"Puncak musim kemarau sudah mulai berdasarkan informasi dari BMKG," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data sementara beberapa desa telah mengajukan permintaan air bersih, sedangkan pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan PDAM untuk penyaluran bantuan air bersih.

Desa yang mengajukan permintaan air bersih, seperti di Kecamatan Praya Timur, Pujut, Praya Barat, dan Jonggat.

"Kami telah melakukan kerja sama dengan PDAM untuk pendistribusian air bersih pada musim kemarau 2024," katanya.

Pihaknya masih belum bisa menyalurkan secara langsung bantuan itu, karena tidak memiliki mobil tangki untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat.

"Kendala kami hanya tidak ada mobil tangki dan jumlah mobil PDAM juga terbatas," katanya.

Ia mengatakan persediaan anggaran untuk mengantisipasi kekurangan air bersih pada musim kemarau 2024 ini dipastikan aman, namun tidak menutup kemungkinan pihaknya akan meminta bantuan kepada BPBD Provinsi NTB.

"Stok bantuan air bersih yang kami siapkan itu sekitar 300 tangki," katanya.

Apabila ada mobil tangki, pihaknya bisa memanfaatkan air sumur bos di BPBD Lombok Tengah, karena airnya cukup bersih dan bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih pada musim kemarau.

"Kalau menggunakan mobil pemadam kebakaran, harus dibersihkan dulu. Hanya saja mobil pemadam itu harus siaga untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.