Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Banten Pastikan Rumah Lansia Roboh di Lebak Akan Dibangun Kembali

📅 Kamis, 23 Okt 2025, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Banten Pastikan Rumah Lansia Roboh di Lebak Akan Dibangun Kembali Doc: Antara
Ket. Gubernur Banten Andra Soni meninjau pembangunan ulang rumah milik lansia Saniti dan Juned yang roboh akibat hujan deras dan angin kencang di Kampung Pasir Ipis, Desa Kaduagung Barat, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Rabu (22/10).

Serang - Gubernur Banten Andra Soni memastikan pemerintah provinsi setempat melakukan pembangunan ulang rumah milik lansia Saniti dan Juned di Kampung Pasir Ipis, Desa Kaduagung Barat, Kabupaten Lebak, yang roboh akibat hujan deras dan angin kencang pada 7 Oktober lalu.

“Kami mendapatkan informasi dari kawan-kawan media terkait kondisi ini, dan alhamdulillah sekarang sudah ditangani,” kata Andra Soni dalam keterangannya di Kota Serang, Kamis (23/10).

Ia menegaskan bahwa persoalan rumah tidak layak huni (RTLH) masih menjadi pekerjaan besar yang perlu diselesaikan bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Di Kabupaten Lebak, sekitar 24 ribu rumah yang masih memerlukan penanganan, sementara di Kabupaten Serang tercatat 17 ribu unit, dan sekitar 7 ribu rumah dalam kondisi rusak ekstrem di seluruh wilayah Banten.

“Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama. Nanti kita carikan solusi bagaimana supaya bisa menangani permasalahan ini,” ujarnya.

Menurut Gubernur, langkah cepat yang diambil Pemprov Banten merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Selain meninjau proses pembangunan rumah tersebut pada Rabu (22/10), ia juga memantau kondisi jalan lingkungan di sekitar lokasi sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur dasar di Kabupaten Lebak.

“Sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, tugas kita bersama pemerintah kabupaten mengerjakan yang bisa kita kerjakan. Ada yang bisa ditindaklanjuti langsung dan ada yang berbasis program,” paparnya.

Sebelumnya, rumah pasangan lansia Saniti dan Juned roboh setelah dua dekade mengalami kerusakan berat. Struktur bangunan tradisional berbahan bilik bambu dan kayu lapuk membuat rumah tersebut tidak lagi aman dihuni. Atap bocor, tiang penopang miring, dan lantai yang retak membuat kondisi rumah lembap dan minim cahaya.

Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman menyalurkan bantuan pembangunan rumah layak huni menggunakan sistem Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), yakni struktur rumah berbasis panel beton yang kuat, efisien, dan tahan gempa.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten M Rachmat Rogianto menyebut pembangunan rumah Saniti memasuki hari ke-8 dengan sistem modul panel RISHA. “Pengerjaannya cepat, aman dari gempa, dan diperkirakan selesai sekitar 15 hari. Setelah itu rumah bisa segera ditempati oleh penerima manfaat,” katanya.

Pemprov Banten menargetkan penerapan sistem RISHA di seluruh kabupaten/kota sebagai langkah percepatan penanganan rumah tidak layak huni agar masyarakat Banten dapat tinggal di rumah yang layak, sehat, dan aman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.