Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerak Cepat, Kemenkes Prioritaskan Imunisasi Hepatitis B untuk Tenaga Kesehatan

📅 Kamis, 09 Nov 2023, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Kemenkes Prioritaskan Imunisasi Hepatitis B untuk Tenaga Kesehatan Doc: ANTARA/HO-Kemenkes
Ket. Vaksinator menyuntikan vaksin hepatitis B kepada tenaga kesehatan dalam agenda pencanangan imunisasi hepatitis B gratis di RSUD Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (8/11/2023).

Jakarta - Gerak cepat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjadikan tenaga kesehatan sebagai prioritas dalam program imunisasi hepatitis B secara gratis bagi masyarakat.

"Hari ini kami lakukan pencanangan secara nasional imunisasi hepatitis B kepada tenaga kesehatan untuk menjaga mereka agar tidak sakit," kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melalui Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI di Jakarta, Rabu.

Menurut Budi, tenaga kesehatan merupakan kelompok yang paling berisiko terpapar virus hepatitis B dengan prevalensi kasus di Indonesia sebesar 4,7 persen dan proporsi tenaga kesehatan yang memiliki antibodi anti-HBs+ sebesar 36,7 persen.

Untuk itu, kata Budi, hasil skrining awal imunisasi hepatitis B akan diprioritaskan kepada 541.243 tenaga kesehatan yang ada di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) serta fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) yang akan bergulir hingga Februari 2024.

Pencanangan imunisasi dilaksanakan di RSUD Kabupaten Tangerang, Banten, dan diikuti secara daring oleh perwakilan pejabat terkait dari Provinsi Lampung, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Selatan.

"Kenapa diberikan ke tenaga kesehatan dulu, karena sebenarnya ini sudah jalan untuk bayi, tetapi baru dimulai tahun 1997," katanya.

Budi menambahkan, program tersebut merupakan komitmen pemerintah untuk percepatan eliminasi hepatitis B pada 2030 di Indonesia.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan pemberian imunisasi hepatitis B diawali dengan skrining kesehatan berupa pemeriksaan tes cepat HBsAg dan tes cepat antiHBs.

"Imunisasi baru diberikan pada sasaran dengan hasil skrining pra-imunisasi menunjukkan HBsAg nonreaktifatau negatif dan anti-HBsnonreaktif," katanya.

Jenis vaksin yang digunakan adalah vaksin hepatitis B rekombinan single dose prefill injection device produksi dari PT Biofarma yang merupakan vaksin inaktivasi dan tidak menginfeksi.

"Oleh karena itu, pemberian vaksin jenis ini bersamaan dengan vaksin yang dimatikan lainnya tidak mengganggu respons imun terhadap vaksin-vaksin yang diberikan," katanya.

Imunisasi hepatitis B diberikan sejumlah tiga dosis dengan interval minimal antara dosis pertama dan kedua berjarak 1 bulan, sementara interval minimal dosis kedua dan ketiga adalah 5 bulan.

Imunisasi hepatitis B diberikan tanpa memandang status imunisasi hepatitis B sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

57 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.