Geger! UGM Nonaktifkan Dwi Hartono, Mahasiswa yang Diduga Otak Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank
📅 Rabu, 27 Agu 2025, 11:50 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Stephanie Zhang
JAKARTA - Kasus penculikan dan pembunuhan tragis terhadap Kepala Cabang bank di Jakarta, M Ilham Pradipta, kini menyeret nama besar salah satu kampus ternama Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sosok Dwi Hartono (DH), yang disebut polisi sebagai salah satu otak di balik aksi keji itu, ternyata tercatat sebagai mahasiswa baru Program Magister Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM Kampus Jakarta.
Kabar ini langsung membuat publik gempar. UGM pun mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan DH dari seluruh kegiatan akademik. Langkah tersebut ditegaskan oleh Juru Bicara UGM, Dr. I Made Andi Arsana, melalui keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (27/8/2025).
“Yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari seluruh kegiatan akademik pada Semester Gasal 2025/2026. Keputusan ini ditetapkan melalui surat resmi dari Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, sebagai bentuk dukungan UGM terhadap proses hukum yang sedang berjalan,” jelas Made Andi.
Pihak kampus menegaskan bahwa penonaktifan ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan Dekan FEB UGM. UGM juga menegaskan sikapnya, menghormati proses hukum, menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, namun tetap berkomitmen menjaga integritas kampus.
Sebaiknya Anda baca juga:
“UGM menghormati sepenuhnya proses hukum, sekaligus mendukung semua pihak agar kasus ini segera terungkap dan keadilan ditegakkan bagi seluruh pihak terkait,” tambah Made Andi.
Tak hanya itu, UGM juga menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya M Ilham Pradipta. Dalam pernyataannya, UGM mengecam keras segala bentuk kekerasan yang merenggut nyawa dan mendukung penuh penegakan hukum yang transparan serta berkeadilan.
Kasus ini menimbulkan banyak pertanyaan publik. Bagaimana mungkin seorang mahasiswa baru program pascasarjana, yang seharusnya fokus menimba ilmu, justru diduga terlibat dalam kejahatan kriminal serius? Fakta ini membuat nama UGM ikut terseret dalam pusaran sorotan media nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kini, semua mata tertuju pada proses hukum yang akan dijalani DH. Apakah benar ia terlibat sebagai aktor intelektual penculikan dan pembunuhan, atau justru ada skenario lain yang lebih rumit di balik tragedi ini?
Langkah cepat UGM menonaktifkan DH menjadi sinyal tegas bahwa kampus tidak akan menoleransi tindakan kriminal, sekaligus menjaga citra sebagai institusi pendidikan bergengsi yang menjunjung integritas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!