Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

'Game Changer', Tiongkok Sudah Bisa Melacak Kapal Selam AS Paling Senyap Sekalipun

📅 Senin, 14 Agu 2023, 17:27 WIB | Oleh:
'Game Changer', Tiongkok Sudah Bisa Melacak Kapal Selam AS Paling Senyap Sekalipun Doc: Istimewa
Ket. Para peneliti dari Institut Penelitian Fujian Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, telah menemukan detektor magnetik ultra-sensitif dapat melacak gelembung kapal selam paling canggih dari jarak jauh.

BEIJING - Sebuah studi yang diterbitkan oleh Chinese Journal of Ship Research, baru-baru ini menunjukkan bahwa kapal selam tercanggih sudah dapat dideteksi oleh teknologi terbaru, 'game changer" yang akan mengancam dominasi AS di lautan.

Para peneliti dari Institut Penelitian Fujian Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok tentang Struktur Materi, telah menemukan detektor magnetik ultra-sensitif dapat mengambil jejak kapal selam paling canggih dari jarak jauh.

Dikutip dari The South China Morning Post, AS secara luas diyakini mengoperasikan beberapa kapal selam yang paling sulit dideteksi, dengan sistem pengurangan akustik dan getaran yang canggih untuk memadukannya dengan kebisingan latar belakang lautan.

Carl Schuster, pensiunan kapten Angkatan Laut AS dan mantan direktur operasi di Pusat Intelijen Gabungan Komando Pasifik di Hawaii, mengatakan kepada CNN pada April bahwa "kapal selam adalah satu area di mana Amerika Serikat mempertahankan keunggulan yang tak tertandingi atas Tiongkok".

Namun, tim yang dipimpin oleh Zou Shengnan, menggunakan pemodelan komputer untuk menentukan apakah mungkin mendeteksi gelembung yang hampir tak terlihat yang dihasilkan oleh kapal selam bertenaga nuklir yang berlayar dengan kecepatan tinggi.

"Hasilnya memberikan solusi baru untuk deteksi dan pelacakan kapal selam," bunyi makalah itu.

Jurnal ini dijalankan oleh Pusat Penelitian Ilmiah Kapal Tiongkok, yang memiliki sejarah panjang dan dihormati dalam perkembangan mutakhir dalam rekayasa kapal dan kelautan.

Para peneliti menghitung bahwa sinyal frekuensi sangat rendah (ELF) yang dihasilkan oleh gelembung kapal selam bisa lebih kuat daripada sensitivitas detektor anomali magnetik tingkat lanjut sebesar tiga hingga enam kali lipat.

"Besarnya medan listrik dan medan magnet yang diinduksi berada dalam jangkauan deteksi beberapa sensor kelas atas," kata makalah itu.

Gelembung adalah konsekuensi yang tak terhindarkan dari kecepatan jelajah kapal selam, yang menyebabkan air yang mengalir di sekitar lambung bergerak lebih cepat saat energi kinetiknya meningkat dan energi potensialnya, dinyatakan sebagai tekanan berkurang.

Ini karena energi total sistem tertentu harus tetap konstan. Dalam kasus fluida yang bergerak, jumlah energi kinetik, yang disebabkan oleh gerakan fluida, dan energi potensial tidak akan berubah, tetapi keseimbangan kedua gaya akan bergeser.

Ketika tekanan cukup berkurang, gelembung kecil terbentuk di permukaan lambung karena sebagian air menguap. Proses kavitasi ini kemungkinan besar terjadi pada area dengan kelengkungan tajam atau permukaan kasar, yang dapat menciptakan area dengan tekanan rendah.

Saat air terus mengalir di sekitar lambung, gelembung tumbuh lebih besar dan menjauh dari permukaan, di mana tekanan yang lebih tinggi, seperti di dekat tepi belakang lambung, menyebabkannya jatuh dengan keras.

"Proses ini menyebabkan turbulensi dan dapat menghasilkan tanda elektromagnetik, dalam fenomena yang dikenal sebagai efek magnetohydrodynamic (MHD). Semakin cepat turbulensi, semakin kuat tegangan MHD," terangnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.