Forum Pemred Bangun Kekuatan Lawan Misinformasi dengan AJFP 2025
📅 Selasa, 18 Nov 2025, 08:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – Forum Pemimpin Redaksi Indonesia atau Forum Pemred mengadakan acara Anugerah Jurnalistik Forum Pemred (AJFP) 2025 untuk mengampanyekan praktik jurnalisme berkualitas, meningkatkan literasi publik, serta membangun kekuatan untuk melawan misinformasi dan disinformasi.
Tema "Melawan Misinformasi dan Disinformasi: Jurnalisme untuk Kebenaran Publik" dipilih dalam pelaksanaan AJFP 2025 untuk menekankan bahwa kualitas jurnalisme merupakan pilar utama dalam menjaga ruang publik yang sehat, demokratis, dan berorientasi pada fakta.
Ketua Forum Pemred, Retno Pinasti, dalam keterangan persnya pada Senin (17/10) mengemukakan pentingnya integritas, adaptasi terhadap teknologi, serta kepatuhan pada etika pemberitaan dalam praktik jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.
"Melalui AJFP 2025, Forum Pemred berharap semakin banyak jurnalis dan institusi media yang memperkuat fungsi edukasi, verifikasi, dan kontrol sosial," katanya.
AJFP 2025 diselenggarakan untuk mendorong liputan-liputan yang dapat menggugah kesadaran mengenai pentingnya kehadiran jurnalisme berkualitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui kompetisi ini, Forum Pemred ingin memperkuat peran media massa dalam menghadirkan informasi yang akurat, mendalam, dan berintegritas di tengah meningkatnya arus misinformasi.
Setiap karya peserta kompetisi ditelaah secara menyeluruh dalam rapat pleno juri dan pengurus Forum Pemred berpedoman pada akurasi, relevansi, kedalaman, kualitas produksi, dan integritas dalam karya jurnalistik.
Dewan juri AJFP 2025 terdiri atas pemimpin redaksi anggota Forum Pemred, yakni Zulfiani Lubis, Titin Rosmasari, Haryo Ristamaji, dan Haryo Damardono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemenang AJFP 2025 diumumkan dalam rangkaian acara Run For Good Journalism 2025 di Jakarta pada Minggu (16/11).
Dalam kategori Radio, penghargaan pertama diberikan kepada Ahmad Setiawan dari Elshinta dengan karya berjudul "Peran Vital Media Mainstream dan Kode Etik Jurnalistik dalam Memerangi Disinformasi dan Provokasi di Media Sosial."
Penghargaan kedua diberikan kepada Saortua Marbun dari Sonora dengan karya berjudul "Siasat Gen Z di Pusaran Hoaks dan Deepfake" dan pemenang ketiganya M. Jumahuddin Noor dari RRI Banjarmasin dengan karya bertajuk "Sisi Gelap Dunia Maya, Fakta Meningkatnya Korban Kejahatan Digital."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!