Filipina Tunjuk Diplomat Vokal sebagai Utusan untuk Tiongkok
📅 Jumat, 18 Agu 2023, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/MANMAN DEJETO
MANILA - Mantan Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin Jr, telah ditunjuk oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr sebagai utusan khusus presiden untuk Tiongkok, kata pemerintah Filipina pada Rabu (16/8). Penunjukkan itu terjadi meskipun diplomat vokal itu pernah melontarkan kecaman yang tidak pantas terhadap Tiongkok.
Locsin, yang saat ini menjadi duta besar untuk Inggris dan Irlandia, sering menggunakan bahasa yang kasar saat menjabat sebagai menteri luar negeri di bawah kepemimpinan mantan Presiden Rodrigo Duterte dan pernah memaki Tiongkok secara daring terkait keberadaan kapal-kapal Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan.
Di media sosial Locsin bahkan pernah menulis dengan mengibaratkan Tiongkok sebagai "orang bodoh dan jelek yang memaksakan perhatiannya pada pria tampan demi ingin menjadi teman".
Pernyataannya yang sarat sumpah serapah memicu teguran dari Beijing dan Locsin kemudian meminta maaf kepada mitranya dari Tiongkok.
Kementerian Luar Negeri Filipina menolak berkomentar atas penunjukan Locsin secara mendadak, yang diumumkan oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan di lamanFacebookresminya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Locsin telah ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Republik Rakyat Tiongkok untuk Masalah Khusus," kata Kementerian Luar Negeri Filipina dalam sebuah pernyataan singkat, tanpa ada rincian lain yang diberikan.
Kepala komunikasi kepresidenan, Cheloy Garafil, mengatakan kepada wartawan bahwa Locsin akan bertugas ganda, yang artinya ia juga masih akan menjabat sebagai duta besar.
Locsin adalah pengguna produktif platformX, yang sebelumnya dikenal sebagaiTwitter, tetapi ia belum menuliskan komentar secara terbuka tentang pengangkatannya ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertikaian Diplomatik
Keputusan itu diambil pada saat hubungan antara Filipina dan Tiongkok menegang, terutama karena pertikaian diplomatik mereka di LTS.
Beijing mengklaim hampir semua jalur perairan yang dilalui perdagangan bernilai triliunan dollar setiap tahun itu, dan telah mengabaikan putusan pengadilan internasional pada 2016 bahwa klaim sejarah mereka tidak memiliki dasar hukum.
Ketegangan berkobar bulan ini ketika Filipina menuduh kapal-kapal Penjaga Pantai Tiongkok memblokir dan menembakkan meriam air ke kapal-kapal Filipina yang sedang menjalankan misi pengiriman pasokan.
Manila pun kemudian memanggil utusan Beijing terkait insiden tersebut, yang mengakibatkan salah satu kapal yang membawa pasokan gagal mencapai kapal Angkatan Laut Filipina, BRP Sierra Madre, yang sengaja dikandaskan di Second Thomas Shoal di Kepulauan Spratly.
Beberapa anggota marinir Filipina yang ditempatkan di kapal yang usang itu untuk menegaskan klaim teritorial Filipina itu dan mereka bergantung pada misi pasokan itu untuk bertahan di penempatan posko perbatasan mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!