Filipina Siap Tanggapi Upaya Gangguan Tiongkok
📅 Kamis, 04 Apr 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Earvin Perias
MANILA - Filipina siap menanggapi upaya Tiongkok yang ingin mengganggu misi pengiriman pasokannya di Laut Tiongkok Selatan (LTS) dan melindungi pasukannya yang ditempatkan di jalur air sengketa tersebut, kata seorang pejabat tinggi keamanan pada Rabu (3/4).
Jonathan Malaya, juru bicara Dewan Keamanan Nasional mengatakan bahwa Filipina berkomitmen untuk mempertahankan posisinya di Second Thomas Shoal dan tidak akan berhenti dalam misi pengiriman pasokan kembali kepada tentara Filipina di kapal perang yang sengaja dikandaskan di sana.
"Komitmen kami untuk mempertahankan BRP Sierra Madre akan selalu ada, jadi setiap upaya Tiongkok untuk mengganggu misi pengiriman ulang pasokan akan ditanggapi oleh Filipina dengan cara yang melindungi pasukan kami," kata Malaya di sebuah forum maritim.
Malaya menegaskan kembali bahwa tindakan balasan yang diumumkan oleh Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, pekan lalu terhadap segala bentuk tindakan agresif yang dilakukan penjaga pantai Tiongkok akan bersifat multidimensi dan tidak hanya bersifat militer.
Bagian dari langkah-langkah ini termasuk melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap misi dan operasi pengiriman ulang pasokan Filipina di LTS, kata Malaya tanpa menjelaskan lebih lanjut dengan alasan masalah keamanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menggaungkan seruan sebelumnya dari Menteri Pertahanan Filipina agar masyarakat tidak menjadi korban propaganda Tiongkok, Malaya memperingatkan bahwa pengaruh asing yang jahat dimaksudkan untuk melemahkan Filipina.
"Kami telah melihat bahwa mereka bekerja di sini melalui pengganti mereka atau jika kita dapat menyebutnya sebagai amplifier, karena pasti ada narasi Tiongkok yang bertentangan dengan kebenaran," kata Malaya.
Seruan Beijing
Sebaiknya Anda baca juga:
Filipina dan Tiongkok telah mengalami serangkaian perselisihan maritim, termasuk penggunaan meriam air, dan perdebatan sengit yang memicu kekhawatiran mengenai peningkatan konflik di laut.
Tiongkok mengklaim hampir seluruh LTS sebagai wilayahnya, menjaganya dengan mengerahkan armada kapal penjaga pantai, yang berjarak lebih dari 1.000 kilometer dari daratan utama Tiongkok. Tiongkok bersikukuh bahwa tanggapannya sudah tepat dalam menghadapi perambahan Filipina.
Pada tahun 2016, Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag mengatakan klaim Tiongkok di LTS tidak memiliki dasar hukum, sebuah keputusan yang ditolak oleh Beijing.
Perselisihan ini terjadi pada saat Filipina dan Amerika Serikat (AS) memperdalam hubungan militer, sehingga membuat Tiongkok frustrasi karena melihat Washington DC melakukan campur tangan di wilayah mereka.
"Akar penyebab meningkatnya perselisihan maritim antara Tiongkok dan Filipina saat ini adalah Filipina mengandalkan dukungan kekuatan eksternal, melanggar komitmennya, dan berulang kali terlibat dalam provokasi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, pada sebuah konferensi pers rutin pada Rabu.
Oleh karena itu Wang mendesak Filipina untuk kembali ke jalur yang benar dalam menangani perselisihan dengan baik melalui dialog dan konsultasi sesegera mungkin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!