Fakta di Balik Guanako Taman Safari Bogor Suka Tidur di Jalan
📅 Kamis, 12 Jun 2025, 23:37 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: Taman Safari Bogor
JAKARTA - Guanako seringkali berbaring santai di tengah jalan seperti sedang bermalas-malasan. Namun, perilaku unik ini menyimpan rahasia menarik tentang cara hidup guanako.
Taman Safari Bogor memiliki tujuh ekor guanako yang terdiri dari tiga jantan dan empat betina. Mereka merupakan salah satu satwa favorit pengunjung karena perilaku unik dan penampilannya yang menggemaskan.
Namun, di balik kelucuan mereka, tersimpan berbagai kebiasaan alami yang mencerminkan naluri bertahan hidup di habitat aslinya.
Rahasa di balik tidur di jalannya guanako bukan karena malas, melainkan tengah berjemur yang menjadi kebutuhan. Perilaku ini bukan sekadar kemalasan, melainkan cara alami mereka mengatur suhu tubuh. Permukaan jalan yang hangat menjadi tempat favorit karena dapat menyerap dan memancarkan panas dengan efektif.
"Perilaku berjemur sambil berbaring adalah thermoregulation alami pada guanako. Mereka membutuhkan kehangatan eksternal untuk menjaga suhu tubuh yang optimal, terutama saat cuaca sejuk atau di pagi hari," kata Asisten Kurator Taman Safari Bogor, Sumanang Yusuf.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sumanang menjelaskan lebih lanjut bahwa kebiasaan ini merupakan adaptasi dari habitat asli guanako di dataran tinggi Amerika Selatan yang memiliki suhu dingin.
"Di habitat alaminya, guanako harus pintar mencari sumber kehangatan karena kondisi iklim yang ekstrem. Perilaku ini terbawa hingga sekarang meski mereka sudah hidup di lingkungan yang lebih hangat," tambahnya.
Lebih istimewanya lagi, guanako memiliki kemampuan menikmati momen berjemur hingga ketiduran. Bayangkan betapa nyamannya mereka sampai bisa terlelap di bawah sinar matahari! Mereka akan bangun hanya jika mendengar suara yang cukup keras atau ada gangguan di sekitar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jadi, jika melihat guanako sedang berbaring tenang, itu pertanda bahwa kondisi lingkungan sekitar sedang damai dan mereka merasa aman untuk beristirahat.
Selain berjemur, guanako juga memiliki kebiasaan unik lainnya yaitu berguling-guling di tanah. Perilaku yang disebut "dust bathing" atau mandi debu ini berfungsi sebagai:
- Pembersihan alami dari kotoran dan parasit yang menempel di bulu
- Perawatan kulit untuk menjaga kesehatan dan kelembaban
- Perlindungan dari serangga pengganggu
Aktivitas sosial yang memperkuat ikatan dalam kelompok
"Dust bathing merupakan perilaku instingtif yang sangat penting untuk kesehatan llama. Debu halus berfungsi sebagai 'sampo kering' alami yang membantu menghilangkan minyak berlebih dan parasit eksternal," jelas Sumanang Yusuf.
Menurut pengamatan tim kurator, perilaku ini biasanya dilakukan secara berkelompok dan menjadi salah satu bentuk komunikasi sosial antar individu.
"Saat satu guanako mulai mandi debu, yang lainnya akan tertarik untuk melakukan hal yang sama. Ini menunjukkan ikatan sosial yang kuat dalam kelompok mereka," tambah Sumanang.
Memahami perilaku alami guanako membantu dalam hal:
- Menghargai keunikan satwa dan tidak salah menginterpretasi tingkah laku mereka
- Meningkatkan kesadaran konservasi tentang pentingnya menjaga habitat alami
- Menikmati pengalaman safari dengan perspektif yang lebih mendalam
Mendidik generasi muda tentang keanekaragaman perilaku hewan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!