Empat Tahun Jalan Rusak Parah, Warga Muaragembong Bekasi Perbaiki secara Swadaya
📅 Senin, 23 Feb 2026, 05:19 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
KABUPATEN BEKASI - Warga Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, memperbaiki jalan rusak di wilayah itu secara swadaya dengan cara mengumpulkan donasi dari masyarakat mengingat tingkat kerusakan semakin parah sementara pemerintah daerah belum juga melakukan penanganan.
Aksi penggalangan donasi ini dikoordinir oleh warga bernama Aliya dan Anggi. Melalui video yang diunggah akun Instagram @azat_mj, Aliya menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam perbaikan jalan di Desa Pantai Bahagia.
"Kami ingin menyampaikan donasi dari masyarakat yang sudah berpartisipasi dalam perbaikan jalan Desa Pantai Bahagia saat ini telah dilaksanakan," ujar Aliya di Cikarang, Minggu.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian serta kerja sama masyarakat demi keamanan, kenyamanan serta kelancaran aktivitas maupun untuk mendukung mobilitas warga.
"Donasi yang sudah kami kumpulkan untuk saat ini mencapai Rp23.921.0000. Adapun perbaikan jalan sedang berlangsung," ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara, Anggi turut mengapresiasi dukungan masyarakat sekaligus berharap upaya swadaya ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah sehingga manfaatnya bisa dirasakan bersama.
"Kami berharap dengan adanya kegiatan ini ada dukungan dari pemerintah. Semoga hasil dari kegiatan ini dapat dirasakan bersama dan menjadi langkah awal untuk kerja sama yang positif berikutnya," katanya.
Warga setempat Azat menyebut perbaikan jalan dilakukan karena keresahan warga yang telah berlangsung lama terhadap kondisi kelaikan jalan yang menjadi akses masyarakat sehari-hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Awalnya warga sudah resah karena jalan tidak kunjung diperbaiki. Sudah ada empat tahunan jalan seperti ini (rusak). Sempat ada perbaikan tapi tidak maksimal dan tidak menyeluruh, hanya satu atau dua titik," katanya.
Menurut Azat warga sebelumnya juga telah mengadukan kondisi ruas jalan tersebut kepada pemerintah desa. Namun, pihak desa menyatakan ruas jalan itu berstatus jalan kabupaten.
"Kita komplain ke desa masalah jalan, pihak desa mengklaim bahwa status itu jalan kabupaten dan bukan jalan desa lagi," ujarnya.
Aksi penggalangan donasi warga itu sudah dimulai sejak Selasa (17/2). Dari dana yang telah terkumpul sejauh ini dipergunakan warga untuk membeli batu kapur sebanyak delapan truk.
"Dan sudah dibelikan batu kapur delapan truk total harga Rp16 juta. Donasi masih berlanjut mengingat kebutuhan untuk perbaikan hingga tuntas atau maksimal," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!