Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonom, MBG Dongkrak Ekonomi Lokal dan Berdampak pada Stabilitas Harga Pangan

📅 Jumat, 05 Des 2025, 14:43 WIB | Oleh:
Ekonom, MBG Dongkrak Ekonomi Lokal dan Berdampak pada Stabilitas Harga Pangan Doc: Antara
Ket. Petugas tengah mengirimkan menu makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sebuah sekolah di wilayah pedesaan. Program ini dinilai bukan hanya meningkatkan gizi anak sekolah dan kelompok B3, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal.

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak yang lebih luas dari sekedar pemenuhan aspek gizi pada anak sekolah dan kelompok B3 (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita). Di banyak daerah, permintaan pangan dari program ini mulai menggerakkan pasar lokal hingga menjaga kestabilan harga pangan.

Menurut Awalil Rizky, ekonom sekaligus pendiri Bright Institute sebuah lembaga yang fokus pada kajian ekonomi dan kebijakan public, MBG punya potensi besar sebagai penggerak perekonomian, terutama di tingkat lokal. Awalil Rizky juga menyoroti perbaikan tata kelola anggaran yang terus dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) selaku stakeholder utama program ini.

Awalil Rizky menyatakan bahwa MBG adalah program yang diterima dengan sangat baik oleh berbagai pihak karena mampu menghadirkan manfaat ganda. Ia menyarankan jika program ini harus terus menerus diperbaiki dan kembali ke tujuan yang dicanangkan sejak awal.

“Jadi MBG tidak hanya terkait dengan penyediaan makanan kepada para siswa, ibu hamil dan seterusnya, tetapi juga dia bisa menggerakan perekonomian terutama perekonomian lokal,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada hari Jumat (5/12).

Hal yang disampaikan Rizky sejalan dengan perlunya tata kelola program MBG yang sehat agar manfaat anggaran yang besar dapat tersebar merata hingga ke daerah-daerah. Dalam konteks tata kelola, Rizky secara khusus menekankan agar Pemerintah segera menindaklanjuti rekomendasi dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

KPPU pada Agustus 2025 telah memberikan lima rekomendasi terkait kemitraan dalam program MBG agar bisa diikuti oleh banyak pelaku usaha, termasuk UMKM. Diyakini, penerapan rekomendasi KPPU dapat memastikan rantai pasok yang kompetitif dan melibatkan pelaku usaha lokal secara luas.

“Menurut saya, rekomendasi KPPU perlu digaungkan agar pasar jangan sampai menjadi tidak sehat. Misalnya, adanya monopoli, oligopoli, atau ada segelintir pihak yang menguasai pasokan, atau menguasai beberapa hal lain. Rekomendasi KPPU justru antara lain bisa mengatasi persoalan-persoalan yang tidak perlu,” kata Rizky.

Selain itu, alokasi anggaran MBG juga dinilai berpengaruh signifikan terhadap perekonomian nasional, terutama pada realisasi fiskal 2025 yang akan mendekati akhir tahun anggaran. Kemitraan yang lahir dari program MBG telah menjadi angin segar bagi perekonomian lokal, membuka peluang usaha baru, dan memberikan pendapatan yang lebih stabil bagi pedagang di berbagai daerah.

Sebaiknya Anda baca juga:

Salah satu kisah sukses datang dari Tri Susanto, seorang pedagang sayur di Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Dulu, ia hanya mengandalkan penjualan harian di pasar yang sering tidak menentu.

Namun, sejak terlibat dalam program MBG, ia mengaku nasibnya berubah. Kini ia telah bertransformasi menjadi penyuplai utama bahan pangan harian untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalikajar 1 Purbalingga. Dampak positifnya menurut Tri tidak hanya dirasakannya saja.

“Yang merasakan dampaknya tentu bukan hanya saya” ungkap Tri. “Ini juga dirasakan petani lokal karena saya mengambil bahan langsung dari mereka. Dulu, harga sayur sering jatuh. Sejak ada MBG, permintaan meningkat dan harganya jauh lebih stabil,” tambahnya.

Bahkan, Tri kini mampu menciptakan lapangan kerja bagi ibu-ibu di sekitar lingkungannya untuk membantu proses membersihkan sayuran. “Semua pihak dapat manfaat ekonominya,” ucapnya  dengan bangga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

19 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.