Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dua Pendaki Tewas Terjatuh dari Puncak Gunung Tertinggi di Selandia Baru

📅 Selasa, 25 Nov 2025, 10:56 WIB | Oleh:
Dua Pendaki Tewas Terjatuh dari Puncak Gunung Tertinggi di Selandia Baru Doc: Istimewa
Ket. Aoraki, juga dikenal sebagai Gunung Cook populer di kalangan pendaki berpengalaman. Medannya secara teknis sulit karena adanya celah-celah curam, risiko longsor, cuaca yang berubah-ubah, dan pergerakan gletser.

WELLINGTON - Dua pendaki gunung tewas di Aoraki, puncak tertinggi Selandia Baru, sementara dua lainnya dari kelompok yang sama diselamatkan, Senin (24/11).

Dari The Guardian, jenazah para pendaki telah ditemukan dan tim pencari spesialis sedang berupaya mengevakuasi mereka "di lingkungan pegunungan yang menantang", ujar komandan polisi wilayah, Inspektur Vicki Walker, pada hari Selasa. Belum ada satu pun pendaki yang identitasnya telah dipublikasikan.

Sersan Kevin McErlain mengatakan kepada Timaru Herald bahwa pasangan itu dihubungkan dengan tali ketika mereka jatuh di dekat puncak Aoraki, yang juga dikenal sebagai Gunung Cook.

Pihak berwenang menerima informasi pada Senin malam waktu setempat bahwa empat pendaki membutuhkan bantuan di gunung tersebut, yang terletak di Pulau Selatan Selandia Baru. Dua pendaki diselamatkan dengan helikopter pada Selasa dini hari, kata Walker.

"Mereka tidak terluka. Tim pencari dengan dua helikopter mencari pendaki lainnya sepanjang malam, yang ditemukan tewas beberapa jam kemudian."

Aoraki memiliki ketinggian 3.724 meter (12.218 kaki) dan merupakan bagian dari Pegunungan Alpen Selatan, pegunungan es yang indah dan membentang di sepanjang Pulau Selatan. Sebuah pemukiman dengan nama yang sama di kaki gunung ini menjadi tujuan wisata bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

Puncak ini populer di kalangan pendaki berpengalaman. Medannya secara teknis sulit karena adanya celah-celah curam, risiko longsor, cuaca yang berubah-ubah, dan pergerakan gletser.

Lebih dari 240 kematian telah tercatat di gunung tersebut dan di taman nasional sekitarnya sejak awal abad ke-20. Puluhan korban tewas di gunung tersebut tidak pernah ditemukan.

Ini termasuk tiga pria, dua dari AS dan satu dari Kanada , yang diyakini tewas di Aoraki pada bulan Desember 2024. Orang Amerika tersebut – Kurt Blair, 56, dari Colorado dan Carlos Romero, 50, dari California – adalah pemandu pegunungan Alpen bersertifikat.

Para pendaki itu hilang selama lima hari sebelum pihak berwenang Selandia Baru menghentikan pencarian mereka, dengan mengatakan bahwa penemuan barang-barang mereka menunjukkan bahwa mereka terjatuh hingga tewas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

39 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.