Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dua Korban Banjir Situbondo Meninggal Tersengat Aliran Listrik

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 10:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dua Korban Banjir Situbondo Meninggal Tersengat Aliran Listrik Doc: ANTARA
Ket. Salah satu korban banjir meninggal dunia saat di RSUD Besuki, Situbondo, Jawa Timur. Kamis (22/1/2026)

SITUBONDO – Banjir luapan air sungai yang menerjang seribuan rumah di sejumlah desa di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Rabu (21/1) malam juga mengakibatkan dua orang warga bapak dan anak meninggal dunia.

Dua korban banjir meninggal dunia akibat tersengat listrik saat banjir itu yakni Adinda Putri Rahayu (17) dan Abdul Wahed (45) warga Jalan Madura Desa/Kecamatan Besuki.

"Sesuai pesan Pak Bupati terkait dengan korban meninggal dunia, ayah dan anak, karena tersengat listrik saat banjir, seluruh biayanya ditanggung pemerintah daerah melalui Program Berantas Plus," kata Wakil Bupati (Wabup) Situbondo Ulfiyah di Situbondo, Kamis (22/1).

Sementara itu, Camat Besuki Yakup Alex Susanto menceritakan dua korban meninggal dunia ayah dan putrinya itu terjadi saat korban sedang di dalam rumah dan bersamaan banjir luapan air sungai itu masuk ke dalam rumah mereka.

"Jadi, dua korban tersebut meninggal dunia tersengat aliran listrik saat ayah dan anak ini sedang di rumahnya dan ketinggian air di rumah mereka sekitar satu meter," katanya.

Menurut Yakup, dua korban meninggal tersengat listrik itu berhasil dievakuasi oleh masyarakat setelah listrik di Desa/Kecamatan Besuki padam dan selanjutnya kedua korban dibawa ke RSUD Besuki.

"Korban dibawa ke rumah sakit oleh warga menggunakan truk saat banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Besuki," katanya.

Banjir luapan air Sungai Lubawang menerjang seribuan rumah warga yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Rabu (21/1) malam, yaitu Desa Jetis, Desa Blimbing, Desa Langkap, Desa Besuki, Desa Demung, dan Desa Pesisir.

Sebelum terjadi banjir, di wilayah Kecamatan Besuki dan sekitarnya diguyur hujan deras disertai angin kencang sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

Hujan dengan intensitas cukup tinggi disertai angin kencang selama beberapa jam itu mengakibatkan Sungai Lubawang dan beberapa anak sungai meluap karena tak mampu menampung debit air.

Luapan air sungai tersebut kemudian menggenangi rumah warga. Ketinggian banjir dilaporkan mencapai dada orang dewasa atau sekitar satu meter.Sementara BPBD Kabupaten Situbondo sampai saat ini masih melakukan asesmen rumah warga terdampak banjir.

Informasi yang dihimpun ANTARA, banjir luapan air Sungai Lubawang juga merendam rumah-rumah warga Desa Kalianget di Kecamatan Banyuglugur.

Tak hanya merendam rumah-rumah warga, banjir luapan air sungai juga menggenangi jalan raya pantai utara (pantura) di Kecamatan Besuki dan Kecamatan Banyuglugur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.