Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Akar Rumput Lewat Strategi Kolaboratif

📅 Selasa, 14 Mei 2024, 19:46 WIB | Oleh:
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Akar Rumput Lewat Strategi Kolaboratif Doc: istimewa
Ket. Kanan ke Kiri, CEO of Trans Digital Lifestyle, Putri Tanjung, Menteri Komunikasi dan Informatika RI 2014_2019, Rudiantara, Founder and CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra. Ketiganya hadir dalam konferensi pers penyelenggaraan The 2024 Asia Grassroots Forum, Hosted by Amartha, di Jakarta (14/5).

JAKARTA - Perusahaan keuangan mikro (microfinance), PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), akan menyelenggarakan The 2024 Asia Grassroots Forum, Hosted by Amartha. Acara yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ulang tahun Amartha yang ke-14 akan dilaksanakan pada 21 dan 22 Mei 2024 mendatang di Jakarta.

Dalam acara tersebut Amartha berkolaborasi dengan lembaga partner seperti Women's World Banking, SME Finance Forum, Accion, dan International Finance Corporation (IFC). Kegiatan ini bertujuan mempromosikan potensi ekonomi akar rumput di Indonesia secara lebih masif.

Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, menuturkan Amartha merupakan platform kemakmuran (prosperity platform) yang menghadirkan layanan keuangan digital inklusif untuk komunitas akar rumput. Perusahaan ini mencatatkan performa keuangan yang sehat dan kuat dengan status menguntungkan (profitable) selama tiga tahun terakhir.

"Untuk itu, kami mengajak multiple stakeholders seperti entrepreneur, investor, regulator, innovator dan MSMe (Micro, Small and Medium Enterprises) Finance Leader, untuk berkolaborasi bersama memajukan ekonomi masyarakat di piramida terbawah," ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (14/5).

Ia memaparkan, Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) pada tahun 2021, usaha mikro menjadi yang paling dominan dalam struktur UMKM nasional yang berjumlah 63,9 juta atau mengisi 99,62 persen dari total unit usaha di Indonesia.

Lebih lanjut, jika dinilai berdasarkan jumlah kontribusi terhadap PDB, usaha mikro bahkan memiliki kontribusi 37,4 pesen hampir sama jumlahnya dengan perusahaan berskala besar yaitu 39,5 persen pada tahun 2019.

"Peningkatan kapasitas agar usaha mikro dapat naik kelas salah satunya dapat diwujudkan dengan melakukan digitalisasi UMKM dan memperluas akses keuangan inklusif di pedesaan," imbuhnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia tahun 2014-2019, Rudiantara pada kesempatan yang sama menjelaskan, Inovasi teknologi bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan yang mendesak bagi peningkatan kapasitas dan kualitas UMKM. Untuk mempercepat proses ini, kebijakan yang inklusif diperlukan.

"Seperti peningkatan kapabilitas digital bagi pelaku UMKM, penyediaan infrastruktur digital yang merata, kebijakan-kebijakan terkait perizinan, serta kolaborasi antar pihak, dapat mengakselerasi kemajuan ekonomi akar rumput di Indonesia, yang sudah memiliki potensi besar untuk terus bertumbuh," ucapnya.

Sementara itu, CEO of Trans Digital Lifestyle Group, Putri Tanjung menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sebesar 64,5 persen UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Sehingga, penguatan terhadap sektor ini berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional yang lebih inklusif.

"Hal ini turut memilikimultiplier effectyang signifikan dalam penciptaan lapangan kerja baru, perbaikan gizi keluarga, peningkatan akses pendidikan bagi anak, dan lain-lain. Oleh sebab itu, forum ini diharapkan dapat menjadi permulaan dalam memajukan perempuan melalui akses keuangan inklusif," jelasnya.

Lebih jauh Andi menyampaikan, Amartha sebagai pelopor terdepan dalam berinovasi memajukan ekonomi akar rumput, sebelumnya telah menjalin kemitraan strategis dengan berbagai organisasi internasional dan regional yang kredibel. Usaha ini dilakukan sebagai upaya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi inklusif.

Melalui forum The 2024 Asia Grassroots Forum, Hosted by Amartha, diharapkan dapat menjadi katalisator dalam menyediakan platform kolaborasi bagi multiple stakeholders terhadap segmen akar rumput melalui agenda scaling impact, digitalisasi UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.

"Kesuksesan penyelenggaraan forum ini tentu tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat luas. Kami percaya, bahwa mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat terealisasi jika dilakukan dengan berbagai upaya kolektif," lanjutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

44 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.