Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dolar Turun Tipis Tertekan Defisit Perdagangan AS

📅 Kamis, 08 Jun 2023, 08:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dolar Turun Tipis Tertekan Defisit Perdagangan AS Doc: ANTARA/REUTERS/Kacper Pempel
Ket. Ilustrasi uang kertas dolar AS, Franc Swiss, pound Inggris dan Euro, diambil di Warsawa 26 Januari 2011.

NEW YORK - Dolar AS bertahan hampir datar terhadap sekelompok mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (7/6) atau Kamis pagi WIB, meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat, karena defisit perdagangan AS memburuk secara material pada April.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,03 persen menjadi 104,0906 pada akhir perdagangan.

Amerika Serikat melaporkan defisit perdagangan sebesar 74,6 miliar dolar AS pada April, jauh lebih tinggi dari 60,6 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya, menurut data yang dikeluarkan oleh Biro Analisis Ekonomi AS pada Rabu (7/6) pagi.

Namun, kerugian dolar AS menyempit secara signifikan setelah kenaikan obligasi pemerintah AS. Statistik menunjukkan bahwa imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun meningkat lebih dari 10 basis poin pada Rabu (7/6).

Bank sentral Kanada (BoC) pada Rabu (7/6) menaikkan suku bunga acuan overnight ke level tertinggi 22 tahun di 4,75 persen. Bank sentral telah ditahan sejak Januari untuk menilai dampak kenaikan sebelumnya setelah menaikkan biaya pinjaman delapan kali sejak Maret 2022 ke level tertinggi 15 tahun sebesar 4,50 persen, yang merupakan siklus pengetatan tercepat dalam sejarah bank.

"Pengeluaran konsumen yang sangat kuat, rebound dalam permintaan untuk jasa-jasa, peningkatan aktivitas perumahan dan pasar tenaga kerja yang ketat menunjukkan kelebihan permintaan lebih bertahan daripada yang diantisipasi," kata bank sentral dalam sebuah pernyataan.

Perekonomian Kanada tumbuh lebih dari yang diharapkan pada kuartal pertama, dengan tingkat pertumbuhan PDB sebesar 3,1 persen.

"Pertumbuhan konsumsi secara mengejutkan kuat dan berbasis luas, bahkan setelah memperhitungkan dorongan dari peningkatan populasi," bank sentral Kanada menyoroti.

Pedagang juga memperkirakan sebagian besar ekspektasi bahwa Fed akan memangkas suku bunga tahun ini ketika inflasi tetap di atas target.

"Ada persistensi dan ketahanan inflasi di AS, tetapi juga di sebagian besar G10, yang berarti bahwa bank-bank sentral cenderung berhati-hati," kata kepala strategi Rabobank, Jane Foley.

Dolar AS naik menjadi 0,9095 franc Swiss dari 0,9076 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3371 dolar Kanada dari 1,3401 dolar Kanada pada akhir perdagangan New York.

Euro meningkat menjadi 1,0703 dolar AS dari 1,0694 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2441 dolar AS dari 1,2430 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 140,0830 yen Jepang, lebih tinggi dari 139,6570 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 10,8915 krona Swedia dari 10,9108 krona Swedia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.