Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dipenjara Iran, Aktivis HAM Ini Raih Penghargaan Kebebasan Menulis PEN AS

📅 Selasa, 16 Mei 2023, 14:31 WIB | Oleh:
Dipenjara Iran, Aktivis HAM Ini Raih Penghargaan Kebebasan Menulis PEN AS Doc: AP/Keystone/Magali Girardin
Ket. Aktivis Iran Narges Mohammadi, delegasi dari Pusat Pembela Hak Asasi Manusia, muncul pada konferensi pers Penilaian Situasi Hak Asasi Manusia di Iran, di markas besar PBB di Jenewa, Swiss pada 9 Juni 2008.

NEW YORK - Penulis, jurnalis, dan aktivis hak asasi manusia Iran Narges Mohammadi akan menerima penghargaan di PEN America Literary Gala minggu ini. Mohammadi yang saat ini dipenjara karena "menyebarkan propaganda" akan menerima Penghargaan Kebebasan Menulis PEN/Barbey 2023.

"Narges Mohammadi menginspirasi kekaguman di seluruh dunia atas keberanian dan perlawanannya yang tak tergoyahkan terhadap kampanye tekad pemerintah Iran untuk membungkamnya," kata CEO PEN America Suzanne Nossel dalam sebuah pernyataan yang dirilis Senin (15/5) dan dikutip AP News.

"Pengorbanan yang dia dan keluarganya lakukan sangat memilukan.Dia adalah mercusuar untuk kebebasan berekspresi di salah satu tempat paling keras di dunia bagi penulis, jurnalis, dan seniman."

Suami Mohammadi, jurnalis dan aktivis Taghi Rahmani akan menerima hadiah itu atas namanya. Gala PEN akan berlangsung Kamis malam di American Museum of Natural History, bersama penerima penghargaan lainnya termasuk kreator "Saturday Night Live" Lorne Michaels, pemenang PEN/Audible Literary Service Award.

Hadiah PEN/Barbey diberikan kepada penulis yang dizalimi karena karyanya. Penerima sebelumnya adalah jurnalis lepas Ukraina Vladyslav Yesypenko dan aktivis Tiongkok Xu Zhiyong.

Mohammadi yang berusia 51 tahun memiliki sejarah panjang dipenjara dan dihukum berat, termasuk penyiksaan dan sel isolasi.Pada 2020, dia dibebaskan setelah menjalani 8,5 tahun penjara dengan tuduhan merencanakan kejahatan terhadap Iran hingga membentuk organisasi ilegal. Mohammadi adalah wakil presiden dari Pusat Pembela Hak Asasi Manusia yang dilarang.

Sebelumnya pada bulan Mei, dia salah satu dari tiga jurnalis Iran yang dipenjara yang menerima Penghargaan Kebebasan Pers Dunia PBB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

46 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.