Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinkes Pamekasan Temukan 28 Kasus HIV/AIDS Baru

📅 Kamis, 13 Mar 2025, 22:16 WIB | Oleh:
Dinkes Pamekasan Temukan 28 Kasus HIV/AIDS Baru Doc: ANTARA/HO-Internet
Ket. Ilustrasi gambar stop HIV/AIDS.

Pamekasan, 13/3 - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur menemukan sebanyak 28 kasus human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) baru di daerah itu.

"Jumlah sebanyak 28 kasus ini ditemukan sejak Januari hingga 10 Maret 2025," kata Kepala Dinkes Pamekasan Saifuddin di Pamekasan, Kamis.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Dinkes para penderita kebanyakan merupakan usia produktif, yakni antara 15 hingga 64 tahun.

Sementara itu pada 2024, jumlah penderita HIV/AIDS di kabupaten ini terdata sebanyak 141 orang. Sehingga total selama kurun waktu 2024 hingga Maret 2025 mencapai sebanyak 169 orang.

Rinciannya, kelompok usia 36-45 tahun sebanyak 78 kasus, disusul kelompok usia 15-35 tahun dengan 51 kasus, usia 46-64 tahun sebanyak 19 kasus, dan usia 2-14 tahun sebanyak dua kasus.

Saifuddin menjelaskan, ada banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya HIV/AIDS. Di antaranya karena bergonta-ganti pasangan, memakai jarum suntik bekas, dan beberapa faktor lainnya.

"HIV/AIDS tergolong penyakit berbahaya yang mudah menular. Beberapa gejala yang bisa menjadi indikasi awal penyakit ini, antara lain batuk berkepanjangan, bersin, serta penyakit lain yang sulit sembuh," katanya.

Ia mengatakan, meskipun hingga kini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan HIV/AIDS, pengobatan tetap bisa membantu mengontrol penyebaran virus dan menjaga daya tahan tubuh penderita.

“Semua jenis penyakit sebenarnya tidak bisa sembuh total, namun bisa kita kontrol karena itu tergantung kekebalan tubuh kita, baik memeriksa kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit umum,” katanya menambahkan.

Upaya menekan angka penyebaran HIV/AIDS, sambung dia, kini terus dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan melalui berbagai media, termasuk media sosial dan layanan puskesmas setempat.

Saifudin berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko, serta mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan mengedepankan pola hidup sehat guna mencegah penyebaran HIV/AIDS yang mematikan itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.