Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Di Tengah Konflik Global, BI Ajak Jaga Ritme Pertumbuhan Ekonomi

📅 Rabu, 18 Mar 2026, 06:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Di Tengah Konflik Global, BI Ajak Jaga Ritme Pertumbuhan Ekonomi Doc: ANTARA FOTO/ Harviyan Perdana Putra.
Ket. Ilustrasi - Suasana aktivitas pekerja memproduksi pakaian jadi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

JAKARTA – Di tengah situasi global yang lagi panas karena konflik di Timur Tengah, menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia itu jadi penting banget—ibarat lagi lari kencang, jangan sampai kehilangan ritme.

Meski tekanan dari luar bisa bikin goyah, roda ekonomi di dalam negeri tetap perlu dijaga biar terus bergerak, mulai dari konsumsi, investasi, sampai ekspor.

Dengan momentum yang tetap terjaga, Indonesia punya “bantalan” yang cukup kuat untuk menghadapi gejolak global tanpa harus kehilangan arah pertumbuhan.

Bank Indonesia (BI) memandang momentum penguatan pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus dijaga di tengah berlangsungnya perang di Timur Tengah.

"Ke depan, dampak memburuknya perekonomian dan pasar keuangan global akibat perang Timur Tengah perlu diantisipasi dan direspons secara tepat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta, Selasa (18/3).

Perry menyampaikan sinergi kebijakan pemerintah dan bank sentral serta pemangku kepentingan lainnya makin diperkuat agar dapat menjaga permintaan domestik dan mendukung pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 4,9 sampai 5,7 persen.

Keyakinan pelaku ekonomi, baik rumah tangga maupun dunia usaha, juga perlu terus dijaga, sehingga tetap dapat mendorong konsumsi rumah tangga dan investasi.

Berbagai program pemerintah yang berdampak kuat dalam mendorong pertumbuhan dan menyerap tenaga kerja dengan tetap menjaga ketahanan fiskal juga dapat terus dilanjutkan.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Perry.

Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 diperkirakan akan meningkat dan cukup tinggi ditopang oleh kuatnya permintaan domestik.

Konsumsi rumah tangga naik, didukung oleh peningkatan permintaan rumah tangga terkait perayaan hari besar keagamaan nasional (HKBN), sejalan perbaikan penghasilan di beberapa kelompok pendapatan bersumber dari pemberian tunjangan hari raya (THR), belanja sosial pemerintah, dan berbagai insentif pemerintah lainnya.

Investasi juga diperkirakan tetap baik, didorong terutama oleh akselerasi investasi pemerintah termasuk koperasi desa/kelurahan merah putih (KDMP) dan investasi Danantara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

40 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.