Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dewi Lestari Nilai Buku Fiksi Rentan Kena Pembajakan

📅 Kamis, 26 Okt 2023, 16:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dewi Lestari Nilai Buku Fiksi Rentan Kena Pembajakan Doc: ANTARA/Fitra Ashari
Ket. Dewi "Dee" Lestari

Penulis buku dan penyanyi Dewi Lestari mengakui bahwa buku bergenre fiksi mudah sekali terkena pembajakan dari pihak yang tidak bertanggung jawab karena diminati banyak orang.

"Buku, tidak hanya (buku) sastra, semua jenis buku bisa dibajak, namun, genre buku fiksi paling banyak dibajak," ucap wanita yang disapa Dewi "Dee" Lestari dalam peluncuran Festival Pustaka Sastra Tokopedia di Jakarta, Rabu (25/10).

Dee mengatakan buku bergenre fiksi paling banyak dibajak karena diminati orang dan sifat ceritanya yang ringan dan menghibur. Pembajakan buku bergenre itu juga banyak dalam bentuk digital yang menurut dia lebih sulit untuk dibedakan dengan asli.

Dia pun menyadari perkembangan teknologi digital yang membuat semakin sulit mengawasi para pembajak yang semakin lihai dalam meniru buku dan menjualnya secara daring di marketplace.

Upaya penghentian pembajakan menurut Dee tidak bisa hanya dari penulis, tapi, harus dengan kerja sama berbagai pihak untuk memelihara ekosistem perbukuan.

"Kalau menurut saya menghentikan pembajakan tidak bisa satu pihak, tidak bisa penerbit atau penulis jadi harus semua ekosistem yang bergerak karena tidak akan selesai-selesai, memang harus jadi sistem yang diperjuangkan," ucap Dee.

Mantan anggota grup vokal Rida Sita Dewi (RSD) itu pun mengapresiasi berbagai pihak terutama dari toko daring yang menyediakan layanan pengaduan untuk mengatasi pembajakan. Dia menyebut inovasi layanan pengaduan tersebut jadi elemen penting yang juga dapat membantu marketplace dalam mendeteksi buku-buku yang bajakan.

"Jadi, adanya pihak yang mau mengadukan baik penulis, penerbit, pembaca itu akan sangat membantu marketplace dan itu tanggung jawab saya juga sebagai kreator dan pelaku ekosistem perbukuan," kata Dee.

Dia juga kerap membagikan edukasi kepada pembacanya tentang buku bajakan dalam setiap kesempatan seperti saat gelar wicara, penandatanganan buku karyanya maupun melalui sosial media.

Dee pun memberikan beberapa cara untuk mendeteksi buku yang dijual digital adalah bajakan dengan melihat dari mana buku tersebut dirilis dan memperhatikan harga yang dirasa terlalu murah. Buku digital, kata Dee, hanya dikeluarkan oleh penyedia layanan buku digital, misalnya Google Play Store dan Amazon.

Sementara untuk mendeteksi buku palsu di marketplace, pada umumnya buku bajakan dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan buku asli. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

41 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.