Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Celios: Kualitas Investasi Memburuk karena Padat Modal yang Minim Serap Pekerja

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 19:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Celios: Kualitas Investasi Memburuk karena Padat Modal yang Minim Serap Pekerja Doc: istimewa
Ket. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira

JAKARTA-Target belasan ribu investasi yang disampaiman Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani dalam lima tahun ke depan mendapat sorotan dari Center of Economic and Law Studies (Celios).

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, mengatakan soal investasi masalahnya adalah kualitas, jangan hanya mengejar angka apalagi sekadar komitmen investasi. 

"Kualitas investasi memburuk karena masuknya investasi padat modal, membawa tenaga kers asing (TKA) dalam jumlah besar. Data menunjukkan pada 2015 setiap 1 triliun rupiah investasi menyerap 2.632 tenaga kerja, sedangkan Semester I 2025, hanya menyerap 1.273 tenaga kerja,"sebut Bhima, Kamis (9/10

Data di Sakernas (Survei angkatan kerja nasional) yang diolah Celios juga menunjukkan kualitas kerja penduduk makin menurun. Proporsi pekerja yang menerima upah di bawah UMP (upah minimum provinsi) meningkat tajam secara nasional dari 63 persen pada 2021 menjadi 84 persen pada 2024. Atau ada 109 juta pekerja bergaji dibawah UMP. 

Diperlukan motor investasi baru yang mampu menjawab kualitas pertumbuhan ekonomi. Salah satunya investasi di sektor transisi energi dengan potensi 96 juta lapangan kerja. "Energi terbarukan jadi tren investasi yang menciptakan lanskap industri domestik mulai dari baterai penyimpanan, komponen pembangkit hingga jasa instalasi di berbagai daerah,"tegas Bhima.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menilai, Indonesia perlu menyerap investasi senilai 13.032 triliun rupiah dalam lima tahun ke depan agar dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029. Target tersebut jauh lebih tinggi dari total investasi selama satu dekade terakhir yang mencapai 9.117 triliun rupiah. 

"Kalau dalam 10 tahun terakhir dari 2014 sampai 2024 investasi yang masuk adalah kurang lebih 9.100 triliun rupiah (Rp9.117 triliun). Lima tahun ke depan dari 2025 sampai 2029 (ditargetkan) mencapai lebih dari Rp13.032 triliun. Itu investasi yang diharapkan masuk dalam rangka kita bisa mencapai pertumbuhan 8 persen di tahun 2029," kata Rosan dalam Investor Daily Summit 2025 di Jakarta, Rabu (8/10).

Menurutnya, investasi masih menjadi pendorong utama ekspansi ekonomi nasional. Sepanjang 2014-2024, total investasi domestik dan asing terus tumbuh stabil meski dihadapkan pada tekanan global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

39 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.