Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Jatuh Korban Jiwa, Menyerukan Sistem Peringatan Dini Bencana di World Water Forum ke-10

📅 Minggu, 26 Mei 2024, 07:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Jatuh Korban Jiwa, Menyerukan Sistem Peringatan Dini Bencana di World Water Forum ke-10 Doc: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Ket. Presiden Joko Widodo memimpin KTT World Water Forum ke-10 2024 di Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (20/5/2024).

Jakarta - Waktu terjadinya bencana alam memang tidak dapat diprediksi oleh manusia dan kecanggihan teknologi melalui hadirnya kecerdasan buatan sekalipun. Hanya saja, pergerakan tidak biasa pada alam yang bisa saja menjadi pertanda akan terjadinya bencana alam bisa membantu untuk menyelamatkan lebih banyak manusia.

Banyak negara yang sudah menerapkan sistem peringatan dini untuk bencana alam, sebut saja Jepang. Negara yang rawan terjadi gempa bumi tersebut mempunyai sistemEarthquake Early Warning(EEW)yang mampu mendeteksi gelombang seismik dan memberi peringatan segera ketika gempa bumi mulai terjadi.

Meski peringatan muncul hanya berjarak beberapa detik saja sebelum gempa kuat terjadi, detik-detik tersebut sangat berharga bagi masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi dan evakuasi yang diperlukan untuk melindungi diri.

Sistem yang mulai diumumkan Jepang sejak tahun 2000-an itu memiliki keakuratan hingga 82 persen dan mampu meminimalkan kerusakan akibat gempa, selain tujuan utamanya melindungi masyarakat.

Mengingat pentingnya sistem peringatan dini bencana alam, maka tidak heran jika Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) mulai menyerukan peringatan dini untuk semua atau EW4AII pada tahun 2022.

Sekretaris Jenderal PBB telah menyerukan agar setiap orang di Bumi dilindungi oleh sistem peringatan dini dalam waktu lima tahun pada tahun 2027.

Dari semua upaya pengurangan risiko dan adaptasi perubahan iklim, UNDRR menganggap peringatan dini dan tindakan dini merupakan salah satu metode yang paling terbukti dan hemat biaya untuk mengurangi kematian dan kerugian akibat bencana.

Kemajuan dalam sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan dinilai telah menyelamatkan puluhan ribu nyawa dan ratusan miliar dolar.

Sistem peringatan dini multibahaya yang berpusat pada masyarakat,end-to-end, dapat membantu meminimalkan kerugian terhadap manusia, aset, dan penghidupan, dengan memicu tindakan dini yang telah dipersiapkan dan diuji dengan baik.

Meskipun demikian, pada 2022, hanya separuh negara di dunia yang dilindungi oleh sistem peringatan dini multibahaya. Angka tersebut, bahkan lebih rendah lagi di negara-negara berkembang dan lebih parah di negara-negara tertinggal yang jumlahnya hanya separuh serta hanya sepertiga negara berkembang kepulauan kecil yang memiliki sistem peringatan dini multi-bahaya.

World Water Forum ke-10 yang berlangsung di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, pada 18-25 Mei 2024, yang dihadiri oleh 20 ribu delegasi dan partisipan dari 116 negara tentu harus dimanfaatkan untuk menggaungkan kesadaran akan pentingnya peringatan dini terhadap bencana.

Dari 279 sesi yang ada pada forum tiga tahunan tersebut, terdapat satu sesihigh level panelyang didedikasikan khusus untuk membahas inisiatif status peringatan dini untuk semua (EW4AII).

Upaya melindungi seluruh masyarakat dunia dari bencana alam, termasuk krisis air, perlu upaya dari seluruh pihak, baik di tingkat global, regional, maupun nasional, hingga daerah. Di tingkat global, UNDRR memperkirakan kebutuhan dana untuk Rencana Aksi Eksekutif mencapai 3,1 miliar dolar AS (Rp49,7 triliun) selama periode 2022-2027.

Kemudian di tingkat regional adalah memperkuat koordinasi dan kolaborasi regional seputar cakupan peringatan dini, serta di tingkat nasional dan daerah dengan membangun momentum politik dan dukungan untuk mempertemukan seluruh lembaga pemerintah terkait dan perwakilan seluruh masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

30 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.