“Buffer Zone' Dibutuhkan di Area Depo BBM
📅 Jumat, 10 Mar 2023, 08:27 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA- Pengembangan buffer zone atau zona penyangga di area rawan, seperti depo Bahan Bakar Minyak (BBM) ataupun kilang minyak sangat diperlukan guna mencegah terjadinya kasus seperti kebakaran di Depo Terminal BBM Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. Sebab, depo BBM merupakan area berbahaya yang di sekelilingnya terdapat zat-zat mudah terbakar.
"Buffer zone itu sebagai sabuk pengaman di area depo BBM berada. Ini merupakan bagian dari aspek HSSE (Health, Safety, Security and Environment) di sekitar wilayah tangki timbun yang rentan dengan risiko kebakaran. Lahan di sekeliling lokasi depo BBM bisa dibebaskan dan dimanfaatkan sebagai area penghijauan," ujar Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batu Bara Indonesia (Aspebindo), Anggawira di Jakarta, Kamis (9/3).
Dia mengatakan Pertamina sudah bergerak cepat untuk menanggulangi insiden kebakaran ini, utamanya berfokus pada korban. Hal ini merupakan prosedur mitigasi ketika kecelakaan terjadi.
Meski demikian, diperlukan evaluasi sehingga terobosan yang dilakukan bisa menguatkan aspek HSSE.
"Jangan sampai kejadian ini bisa terulang kembali, dan perlu diperhatikan jika insiden ini terjadi kembali bagaimana prosdur penyelamatan sebagai standarnya untuk meminimalisir dampaknya," ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) baru saja mengalami insiden di Depo Plumpang, Tanjung Priok Jakarta Utara pada 3 Maret lalu. Depo ini merupakan fasilitas BBM terbesar di jantung Ibu Kota Jakarta yang menyebabkab 19 korban meninggal, 49 orang luka-luka, serta tiga orang dalam pencarian.
Selain korban jiwa dan luka-luka, insiden ini juga berdampak pada lebih dari 570 warga harus mengungsi dan bergantung pada bantuan yang diberikan PT Pertamina maupun donasi dari berbagai lapisan masyarakat.
Bahkan, lanjutnya, bukan hanya Plumpang dalam tiga tahun terakhir, tercatat ada enam kilang dan atau depo PT Pertamina terbakar. "Saya rasa dengan berbagai insiden yang terjadi ini harus ada tindakan dengan mengeluarkan kebijakan atau terobosan masif untuk mengatasi persoalan HSSE ini. Ini berlaku bukan hanya untuk Pertamina tapi untuk seluruh pelaku industri gas dan minyak bumi," ungkap Anggawira.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!