Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BNPB: Waspadai Potensi Gelombang Tinggi dan Rob

📅 Rabu, 03 Apr 2024, 03:03 WIB | Oleh:
BNPB: Waspadai Potensi Gelombang Tinggi dan Rob Doc: Istimewa
Ket. Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, Kemen PPPA, Nahar saat meninjau fasilitas mudik, di Jakarta, Selasa (2/4).

BNPB mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di kawasan Pantai Utara dan Pantai Selatan Jawa serta ancaman rob selama masa mudik Lebaran.

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi gelombang tinggi di kawasan Pantai Utara dan Pantai Selatan Pulau Jawa, selama masa mudik Lebaran 2024.

"Perlu diwaspadai pada daerah Pantai Utara Pulau Jawa, dan juga pada daerah pantai selatan diperkirakan akan mengalami gelombang pasang," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Kapusdalops) BNPB Bambang Surya Putra dalam konferensi pers di Zoom Kantor Staf Presiden diikuti dari Jakarta, Selasa (2/4).

Ia mengatakan gelombang tinggi di kawasan itu berpotensi terjadi sekitar 1 hingga 13 April 2024 atau bertepatan dengan masa mudik hingga perayaan Lebaran.

Sejumlah daerah rawan gangguan rob, di antaranya pesisir di Sukabumi, Jawa Barat, dan Pandeglang, Banten. Selain itu, kerawanan juga berpeluang terjadi di Semarang, Cirebon, Indramayu, Cilacap, Pacitan, dan Kebumen.

Dalam kesempatan itu, Bambang juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai curah hujan ekstrem selama musim mudik, khususnya pada daerah yang dilintasi sungai besar, seperti di Malang, Jawa Timur serta kawasan Jawa Tengah antara lain Kudus, Grobogan, dan Demak.

Dalam agenda yang sama, Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo mengatakan langkah mitigasi cuaca ekstrem ditempuh dengan mengendalikan pertumbuhan awan hujan. "Kita mencoba mencegah terjadinya hujan deras di beberapa wilayah dengan mengidentifikasi awan hujan yang akan tumbuh dalam 3-6 jam," katanya.

Pihaknya juga mengerahkan tim modifikasi cuaca untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan.

Fasilitas Mudik

Sementara itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong pihak-pihak terkait untuk menyediakan layanan dan fasilitas mudik ramah perempuan dan anak. Hal tersebut mengingat perempuan dan anak merupakan kelompok rentan.

"Pengelola jalan tol untuk menyiapkan fasilitas-fasilitas pendukung dalam rangka menyukseskan Mudik Ramah Perempuan dan Anak. Fasilitas seperti Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), ruang laktasi, toilet khusus perempuan dan anak, akses yang mudah bagi disabilitas dan lansia," ujar Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, Kemen PPPA, Nahar saat meninjau fasilitas mudik, di Jakarta, Selasa.

Nahar menyebutkan perjalanan mudik tidak mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Semua pihak mesti menciptakan suasana aman dan nyaman selama perjalanan juga harus menjadi perhatian para pemudik. ruf/Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

33 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.