Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG Prediksi Awal Kemarau di Sultra Mulai Juni 2026

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 16:35 WIB | Oleh:
BMKG Prediksi Awal Kemarau di Sultra Mulai Juni 2026 Doc: ANTARA/Ampelsa
Ket. Ilustrasi - Petani mengamati tanaman padi berumur sekitar dua bulan yang mengalami kekeringan akibat kemarau di desa Pekan Biluy, Kecamatan Darul Kamal, kabupaten Aceh Besar, Aceh.

KENDARI -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim kemarau di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan dimulai secara bertahap pada periode Juni hingga Agustus 2026.

Prakirawan Stasiun Klimatologi Sultra Nur Wiryanti Sih Antomo saat dihubungi di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa penetapan awal musim kemarau merujuk pada jumlah curah hujan yang kurang dari 50 milimeter dalam satu dasarian (10 hari) dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya.

"Berdasarkan prakiraan BMKG, awal musim kemarau di Sultra menunjukkan variasi waktu di setiap daerah," kata Nur Wiryanti.

Ia memaparkan, wilayah Kabupaten Bombana dan Buton Tengah diprediksi memasuki musim kemarau lebih awal yakni pada dasarian pertama Juni, yang kemudian disusul pada dasarian kedua Juni di wilayah Kolaka, Kolaka Timur, serta Wakatobi.

Memasuki dasarian ketiga Juni, wilayah yang menyusul antara lain Kota Baubau, Buton, Buton Selatan, Buton Utara, Konawe, Konawe Selatan, Muna, dan Muna Barat.

"Pada Juli dasarian pertama, jangkauan kemarau meluas ke Kolaka Utara. Sementara Kota Kendari, Konawe Kepulauan, dan Konawe Utara diprediksi baru memasuki awal kemarau pada dasarian kedua Juli," ujarnya.

Sedangkan beberapa wilayah di Kolaka Timur, Kolaka Utara, Konawe, dan Konawe Utara lainnya diprakirakan baru memasuki awal musim kemarau pada dasarian pertama Agustus.

Nur Wiryanti mengungkapkan bahwa meski musim kemarau merupakan fenomena tahunan, karakteristiknya dapat berubah tergantung pada pengaruh dinamika iklim global seperti La Nina atau El Nino.

Berdasarkan data BMKG bersama pusat iklim dunia, terdapat peluang sekitar 50-80 persen fenomena ENSO menuju kondisi El Nino lemah hingga moderat pada periode Mei hingga Juli 2026.

"Kondisi kemarau dapat menjadi lebih kering saat terjadi El Nino atau ketika suhu laut relatif lebih dingin," jelas Nur Wiryanti.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Sulawesi Tenggara akan berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2026.

"Masyarakat diimbau untuk mewaspadai dampak kondisi cuaca yang lebih kering selama periode tersebut," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

44 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.