Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bintang: Perlu Penguatan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak di Polri

📅 Selasa, 11 Jul 2023, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bintang: Perlu Penguatan  Unit Perlindungan Perempuan dan Anak di Polri Doc: kemenpppa.go.id

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, mengungkapkan pentingnya keberadaan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pidana Perdagangan Orang di Mabes Polri untuk meningkatkan kualitas penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Dari sisi Polri, meski saat ini sistem kerja sama kolaborasi antar seluruh unit penyedia layanan sudah baik, namun masih perlu ada peningkatan penguatan organisasi Polri di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak guna memastikan tidak ada satu korban yang tidak mendapatkan layanan sesuai kebutuhannya," kata Bintang Puspayoga pada acara bertajukPengalaman dan Tantangan UPPA Polri dalam Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan, di Jakarta, Senin (10/7).

Bintang Puspayoga mengatakan hal ini sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945 yang menyebut pemenuhan hak serta memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat, khususnya perempuan dan anak, adalah kewajiban negara yang mengacu kepada prinsipnone left behind dan no violence against women and girls.

"Perlindungan perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan nyatanya menjadi poin penting bagi peningkatan kualitas hidup SDM secara keseluruhan," kata dia.

Dikatakannya, jumlah perempuan tercatat mengisi hampir setengah dari total populasi Indonesia, sedangkan anak mengisi hampir sepertiga dari total populasi. "Oleh karena itu penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak juga harus semakin ditingkatkan," kata Menteri Bintang Puspayoga.

Pihaknya menilai hingga saat ini perempuan dan anak Indonesia masih sangat rentan terhadap berbagai praktik kekerasan. "Menilik dari Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional Tahun 2021 dan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja Tahun 2021, meski prevalensi kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah mengalami penurunan, namun angkanya masih sangat tinggi," kata Menteri PPPA.

Hal ini juga didukung oleh data dari Simponi PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak) yang menunjukkan sepanjang tahun 2020-2022, baik jumlah kasus maupun jumlah korban perempuan dan anak yang terlaporkan, meningkat. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

38 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.