Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BI Sulut tingkatkan edukasi CBP Rupiah pada siswa 3T

📅 Minggu, 04 Mei 2025, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI Sulut tingkatkan edukasi CBP Rupiah pada siswa 3T Doc: ANTARA
Ket. Kepala BI Perwakilan Sulut, Andry Prasmuko, di Manado.

MANADO – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) terus meningkatkan edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah kepada para siswa di Kabupaten Kepulauan Talaud yang menjadi wilayah tertinggal, terluar dan terdepan (3T) di Sulut.

"Melalui kegiatan sosialisasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah, Bank Indonesia mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin menghargai rupiah," kata Kepala BI Perwakilan Sulut, Andry Prasmuko, di Manado, Minggu(04/5).

Dia mengatakan bukan hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai simbol kedaulatan negara dan identitas nasional.

Mencintai rupiah berarti memperlakukan uang dengan baik, tidak merusaknya, serta menggunakannya secara bijak.

Bangga menggunakan rupiah, katanya, menunjukkan komitmen terhadap penggunaan mata uang sendiri dalam berbagai aktivitas ekonomi, tanpa tergoda menggunakan mata uang asing yang justru dapat melemahkan jati diri bangsa.

Memahami rupiah, katanya, berarti memahami peran strategisnya dalam menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

Khususnya di daerah perbatasan seperti Sulawesi Utara, katanya, penguatan nilai-nilai CBP menjadi sangat penting sebagai bentuk nyata dalam menjaga kedaulatan negara, mempertegas batas ekonomi nasional, serta mencegah penggunaan mata uang asing dalam transaksi sehari-hari.

"Kita tidak boleh lupa bahwa lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan ke Malaysia pada tahun 2002 menjadi pengingat penting bagi bangsa ini," katanya.

Salah satu pertimbangan Mahkamah internasional adalah minimnya simbol-simbol kehadiran negara, termasuk fakta bahwa tidak ada penggunaan rupiah dalam aktivitas ekonomi masyarakat di kedua pulau tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran negara tidak hanya diwakili oleh bendera atau bangunan pemerintahan, tetapi juga melalui penggunaan dan pemahaman atas mata uang nasional.

Itu sebabnya, kata Andry, CBP bukan hanya kampanye simbolik, tetapi bagian dari upaya membangun rasa nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari melalui hal yang paling dekat dengan kita salah satunya melalui uang yang digunakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

28 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.