Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BI, ISDA, dan APUVINDO Gelar Seminar Penguatan Kontrak Standar Penerapan Margin pada Transaksi Derivatif di Pasar Valuta Asing

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 15:56 WIB | Oleh:
BI, ISDA, dan APUVINDO Gelar Seminar Penguatan Kontrak Standar Penerapan Margin pada Transaksi Derivatif di Pasar Valuta Asing Doc: istimewa
Ket. Dari Kiri ke Kanan. Tommy Dir.Eks APUVINDO, Kevin Sajuti sebagai Moderator, Arnauld Speaker from JP Morgan, Sonal Pattnayak Speaker from ISDA Spore, Agustina Dharmayanti Dir.Eks Bank Indonesia, Arief Rachman Direktur BI, Jing Gau Speaker from ISDA Spore, Suryadi Ong Wakil Ketua APUVINDO, Romi Peranginangin Deputi Direktur BI, Yudo Wakil SekJen APUVINDO

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan International Swaps and Derivatives Association (ISDA) dan Asosiasi Pelaku Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO) menyelenggarakan Seminar Penguatan Kontrak Standar Penerapan Margin pada Transaksi Derivatif di Pasar Valuta Asing di Jakarta, Kamis (22/1).

Seminar ini merupakan bagian dari upaya mendukung komitmen G20 OTC Derivatives Market Reforms, khususnya terkait penerapan kewajiban margin untuk transaksi derivatif yang tidak dikliringkan melalui Central Counterparty (CCP).

Indonesia sendiri telah mengimplementasikan ketentuan penerapan margin untuk transaksi derivatif yang tidak dikliringkan di CCP melalui Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.03/2023. Implementasi tersebut dimulai pada September 2025 dengan fokus awal pada transaksi interbank Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Sejalan dengan hal tersebut, seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku pasar terhadap pentingnya penggunaan dokumentasi kontrak standar, seperti ISDA Master Agreement dan Credit Support Annex (CSA), sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan kewajiban margin.

Seminar dibuka oleh Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia, Agustina Dharmayanti. Dalam sambutannya, Agustina menegaskan bahwa penerapan dokumentasi kontrak standar merupakan elemen kunci dalam memperkuat kepastian hukum, meningkatkan efektivitas manajemen risiko, serta mendukung kelancaran implementasi kebijakan Non-Centrally Cleared Derivatives (NCCD), khususnya pada transaksi DNDF.

Upaya tersebut sejalan dengan agenda pendalaman Pasar Uang dan Valuta Asing (PUVA) serta Blueprint Pengembangan Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing 2030 (BPPU 2030) dalam rangka membangun pasar keuangan yang modern, transparan, dan resilien.

Seminar ini menghadirkan paparan dari para narasumber ISDA, yaitu Jing Gu, Head of Legal Asia Pacific, Amy Caruso, Head of Collateral Initiatives, serta Sonal Pattnayak, Associate General Counsel Asia Pacific. Selain itu, seminar juga menghadirkan praktisi perbankan Arnaud Senechal dari JP Morgan Chase & Co. Hong Kong. Para narasumber membahas prinsip-prinsip utama dalam ISDA Master Agreement, struktur dan jenis dokumentasi CSA, serta aspek hukum dan operasional dalam penerapan margin, termasuk mekanisme pertukaran margin, substitusi kolateral, dan manajemen sengketa, dengan mengacu pada praktik terbaik di berbagai yurisdiksi internasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 350 peserta dari regulator, asosiasi, perbankan, dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) yang mengikuti seminar secara luring dan daring. Tingginya partisipasi dan antusiasme peserta mencerminkan dukungan pelaku pasar terhadap upaya pendalaman pasar derivatif valas yang aman, transparan, dan resilien, sejalan dengan agenda internasional serta arah pengembangan PUVA.

Ke depan, Bank Indonesia bersama APUVINDO akan terus memperkuat dialog dan kerja sama dengan pelaku pasar dan pemangku kepentingan untuk mendukung implementasi kewajiban margin secara bertahap dan terukur sesuai dengan perkembangan pasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

16 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.