Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bertahan demi Warisan Budaya, Petani Tembakau Temanggung Tak Menyerah  meski Terkendala Cuaca

📅 Minggu, 20 Apr 2025, 14:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bertahan demi Warisan Budaya, Petani Tembakau Temanggung Tak Menyerah  meski Terkendala Cuaca Doc: ANTARA/ Anis Efizudin
Ket. Ilustrasi-Petani merawat tanaman tembakau di perladangan lereng gunung Sindoro Desa Canggal, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah.

TEMANGGUNG – Meskipun menghadapi berbagai tantangan, petani tembakau di Temanggung, Jawa Tengah tetap berkomitmen untuk mempertahankan tradisi dan meningkatkan kesejahteraan melalui pertanian tembakau. Banyak petani di Temanggung yang terus menanam tembakau karena nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalam praktik warisan budaya yang sudah turun-temurun.

Bahkan, di beberapa daerah, proses bertani tembakau dilengkapi dengan ritual dan tradisi khusus yang sudah berlangsung selama ratusan tahun. Misalnya, upacara yang diadakan sebelum musim tanam atau saat panen.

Kondisi kemarau basah tahun ini tidak berpengaruh terhadap minat petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, untuk tetap menanam tembakau.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung Sumarno di Temanggung, Minggu (20/4), menyampaikan luas lahan tanaman tembakau di Kabupaten Temanggung pada masa tanam 2025 diperkirakan mencapai sekitar 14.000 hektare.

"Kondisi kemarau basah tahun ini tidak berpengaruh terhadap minat petani untuk tetap menanam tembakau, yang sudah menjadi tradisi petani di Kabupaten Temanggung," katanya.

Ia menuturkan meskipun setiap tahunnya luas tanam tembakau menurun, dan diperkirakan tahun ini mencapai 14 ribu hektare yang tersebar di lereng Gunung Sumbing, Sindoro dan Prahu, serta areal persawahan.

Ia mengatakan, untuk petani di lereng gunung saat ini sudah mulai menanam tembakau, meskipun belum semuanya menanam tembakau.

"Untuk benih yang ditanam adalah benih kemloko 1, 2, 3, 4, 5, 6,7 dan kemloko 8. Untuk di lereng gunung itu kebanyakan benih kemloko 1 yang ditanam, daunnya kecil-kecil. Sedangkan tanaman tembakau di lahan sawah ditanam paling akhir karena umurnya lebih pendek dibanding tanaman tembakau di kawasan lereng gunung," katanya.

Ia mengatakan, tanaman tembakau merupakan salah satu komoditas unggulan bagi petani di Kabupaten Temanggung.

Selama ini tembakau Temanggung dijadikan bahan baku rokok kretek.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

41 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.