Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berbicara di Tokyo, SBY Ajak Mahasiswa dan Akademisi Tetap Optimistis Memandang Indonesia

📅 Minggu, 09 Mar 2025, 10:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berbicara di Tokyo, SBY Ajak Mahasiswa dan Akademisi Tetap Optimistis Memandang Indonesia Doc: KBRI Tokyo
Ket. Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara bedah buku "Standing Firm for Indonesia's Democracy" di KBRI Tokyo, Jepang..

JAKARTA - Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membagikan pandangannya tentang masa depan Indonesia kepada para mahasiswa Indonesia dan akademisi Jepang dengan mengajak untuk tetap optimistis.

“Tetaplah optimis memandang Indonesia. Masa depan bisa saja ada masa-masa mendung, tapi Indonesia adalah negara yang hebat,” kata SBY dalam acara bedah buku "Standing Firm for Indonesia's Democracy" sebagaimana dikutip dari pernyataan KBRI Tokyo yang diterima di Jakarta, Minggu (9/3).

Buku "Standing Firm for Indonesia's Democracy" merupakan hasil wawancara mendalam dengan para akademisi Jepang yang menggali pengalaman dan pemikiran SBY selama memimpin Indonesia di masa transisi demokrasi.

SBY yang menjabat sebagai presiden Indonesia selama dua periode pada 2004-2014 itu menyampaikan “resep rahasia” Indonesia berhasil memulihkan ekonomi dari keterpurukan pasca-krisis.

"Saat saya masuk tahun 2004, pertumbuhan ekonomi hanya 4 persen. Dalam setahun, kami berhasil menaikkannya menjadi 5,1 persen dan itu terjaga selama 10 tahun,” ujarnya.

SBY menjelaskan bahwa salah satu tantangan besar yang dihadapi saat itu adalah rendahnya investasi akibat tidak ada keamanan, ketidakstabilan sosial, buruknya iklim investasi, ketidakpastian hukum, serta minimnya infrastruktur.

Kondisi tersebut berakibat pada tidak adanya investor yang mau berinvestasi di Indonesia dan membuat terjadinya aliran dana ke luar negeri atau capital outflow dan rupiah terguncang.

SBY kemudian mengungkapkan empat komponen utama yang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi, yaitu meningkatkan konsumsi rumah tangga, meningkatnya belanja pemerintah dengan menjaga belanja pemerintah yang efektif, menjaga aliran ekspor, dan investasi.

"Termasuk hilirisasi dan industrialisasi yang harus berhasil," tambah dia.

Saat ditanya tentang kondisi ekonomi saat ini, SBY optimistis pemerintah Presiden Prabowo bisa mengatasi tantangan.

"Saya yakin pemerintah ini bisa, Presiden Prabowo bisa. Masih ada sumber daya yang dimiliki, baik sumber daya politik maupun ekonomi, untuk mengatasi situasi dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi kita,” kata dia.

Hadir pada acara yang sama, Duta Besar RI untuk Jepang, Heri Ahmadi. Dubes Heri menyoroti pencapaian ekonomi di era SBY yang berhasil tumbuh rata-rata 6 persen, pengangguran turun dari 10 persen menjadi 5,7 persen, dan kemiskinan dari 16,7 persen menjadi 11 persen.

"Itu berarti kira-kira 8,6 juta orang pada periode Bapak SBY berhasil dikeluarkan dari kemiskinan," ujar Dubes Heri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

59 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.