Berbagai Upaya Dilakukan Pemkab Cianjur agar Petani Tak Gagal Panen
📅 Kamis, 05 Feb 2026, 15:06 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
CIANJUR – Berbagai upaya antisipasi gagal panen terus dilakukan Pemkab Cianjur agar para petani tidak merugi. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan berbagai upaya antisipasi guna mencegah gagal panen menimpa para petani akibat cuaca ekstrem.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHPKP Cianjur Dandan Hendrayana di Cianjur, Rabu, mengatakan langkah tersebut sejalan dengan imbauan Menteri Pertanian agar pemerintah daerah memperkuat upaya pencegahan, pendampingan, serta penguatan kapasitas petani.
"Salah satu upaya yang dilakukan melalui sosialisasi dan penyuluhan agar petani ikut serta mencegah dampak banjir yang lebih luas karena cuaca ekstrem, termasuk memperbaiki dan menormalisasi saluran irigasi agar tidak terjadi sumbatan," katanya.
Sehingga sejak jauh hari, pihaknya menjalin koordinasi dengan Komisi Irigasi dan Mitra Cai untuk menormalisasi saluran irigasi khususnya di daerah yang berpotensi mengalami banjir cukup besar akibat cuaca ekstrem.
Perubahan iklim tutur dia, menjadi faktor utama yang berpotensi mempengaruhi sektor pertanian terutama melalui ancaman banjir akibat tingginya curah hujan, dimana curah hujan yang turun sejak satu bulan terakhir di atas normal.
Sehingga hal tersebut berpotensi memicu terjadinya bencana alam seperti banjir, longsor dan pergerakan tanah, dimana wilayah dengan hamparan sawah luas dan jaringan irigasi besar seperti Karangtengah, Sukaluyu, Bojongpicung, Ciranjang, Cibeber, dan Cilaku.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Koordinasi antara penyuluh pertanian, Mitra Cai, dan Komisi Irigasi akan lebih diintensifkan di wilayah tersebut, termasuk jadwal tanam harus mengikuti tata guna lahan dan kalender tanam yang telah ditetapkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR)," katanya.
Para petani diminta membiasakan diri untuk membersihkan jalur pematang sawah, terutama yang berdekatan dengan saluran pembawa agar tidak terjadi penyempitan jalur dan saluran tersumbat membuat air meluap.
Pihaknya juga terus menjalin koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi dan melakukan penanganan cepat ketika terjadi potensi luapan air yang tinggi mengenangi lahan pertanian sehingga beresiko gagal panen.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami menjalin koordinasi dengan UPTD pengelola irigasi di Ciranjang, sedangkan wilayah Karangtengah dan sekitarnya berkoordinasi dengan UPTD pengairan Cianjur Kota, termasuk dengan rutin menggelar rapat koordinasi," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!