Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BEI Kulik Peluang IPO: Sinyal Ramai di Bursa Saham?

📅 Kamis, 22 Mei 2025, 21:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
BEI Kulik Peluang IPO: Sinyal Ramai di Bursa Saham? Doc: ANTARA/Sigid Kurniawan
Ket. Ilustrasi - Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA - Initial Public Offering (IPO) dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memberikan akses pendanaan kepada perusahaan dan meningkatkan likuiditas pasar modal.

Kajian yang transparan dan akurat membantu membangun kepercayaan investor terhadap pasar modal dan perusahaan yang melakukan IPO.

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menyampaikan BEI sedang melakukan kajian terkait potensi Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia.

Kajian ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk mencakup grup usaha (perusahaan induk) dari berbagai sektor yang saat ini masih belum menggunakan pasar modal sebagai opsi pendanaan.

"Selain itu, juga mencakup perusahaan yang sudah melangsungkan IPO, sebagai upaya mengetahui pengalaman IPO mereka dan memetakan hal-hal yang menjadi masukan atas proses yang telah dilakukan pada saat mereka IPO," ujarnya di Jakarta, Kamis (22/5).

Sebagai bagian proses perumusan kebijakan dan penyempurnaan regulasi, ia memastikan BEI secara aktif mendengarkan pandangan dan aspirasi dari para pemangku kepentingan.

Ia menyebutkan proses tersebut dilakukan secara anonim untuk menjaga objektivitas serta independensi proses.

“Namun, sehubungan dengan proses kajian yang masih berlangsung, kami belum dapat menyampaikan informasi maupun kesimpulan terkait hal tersebut,” ujar Nyoman.

Ia mengungkapkan masukan yang diterima sangat beragam, mulai dari terkait peraturan, proses, hingga ekosistem pasar modal secara menyeluruh yang mendukung proses IPO di Indonesia.

“Kami menerima seluruh masukan ini sebagai masukan yang baik untuk kami dapat melakukan perbaikan berkelanjutan,” ujar Nyoman.

Setelah proses kajian selesai, pihaknya akan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada publik dan para pemangku kepentingan sebagai dasar pengambilan kebijakan lebih lanjut.

Dalam kesempatan ini, Ia mematikan BEI akan senantiasa berkomitmen untuk menyusun kebijakan yang berbasis data dan masukan dari pemangku kepentingan agar dapat menjawab tantangan pasar secara tepat dan mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia secara berkelanjutan.

BEI melaporkan terdapat sebanyak 29 perusahaan berada dalam antrean akan melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia per 16 Mei 2025.

Rinciannya, sebanyak tiga perusahaan beraset skala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar, dan sebanyak 17 perusahaan beraset skala menengah antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar, dan sebanyak 9 perusahaan masuk kategori beraset skala besar di atas Rp250 miliar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

43 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.