Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BBPOM DKI Minta Warga untuk Mewaspadai Takjil dengan Warna Mencolok

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 22:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
BBPOM DKI Minta Warga untuk Mewaspadai Takjil dengan Warna Mencolok Doc: Antara
Ket. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta menemukan formalin dan pewarna tekstil di pasar takjil Jalan Karya Utama, kawasan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).

Jakarta - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta meminta warga mewaspadai takjil berwarna mencolok untuk mencegah mengonsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya.

"Jadi kalau misalkan takjilnya itu berwarna, itu pilih warnanya yang jangan mencolok," kata Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM DKI Jakarta, Evi Citraprianti saat ditemui di pasar takjil kawasan Gandaria Utara, Jakarta, Rabu.

Evi mengatakan warna yang mencolok pada makanan maupun minuman dikhawatirkan mengandung penambahan zat berwarna tekstil yang harus dihindari.

Kemudian, dia juga menyebutkan makanan seperti kerupuk maupun gorengan yang bisa diketahui mengandung zat berbahaya. "Jadi kalau ini kita coba rasanya, kalau kerupuk terasa getir itu berarti kemungkinan adanya penambahan boraks," ucapnya.

Adapun cara mengetahui tahu yang mengandung formalin yakni teksturnya yang keras. "Ciri-cirinya kalau tahunya keras itu berarti kemungkinan ada penambahan formalin," ucapnya.

Oleh karena itu, Evi berharap warga bisa mewaspadai takjil yang mengandung zat berbahaya dengan mengamati warna maupun tekstur makanan yang dijual di pasar takjil.

Pengawasan makanan di pasar takjil diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya mengonsumsi makanan sehat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan mengerahkan satuan tugas (satgas) untuk mengawasi keamanan pangan selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

Satgas tersebut merupakan gabungan dari unsur Suku Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), bagian perekonomian wilayah setempat dan anggota BPOM.

Pembentukan satgas itu bertujuan memastikan seluruh pangan olahan di wilayah Jakarta Selatan bebas dari zat berbahaya, seperti formalin, pewarna tekstil, dan zat aditif lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

28 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.