BBM Jenis Baru Jangan Bebani Konsumen
📅 Jumat, 19 Jan 2024, 08:41 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - DPR RI menyoroti rencana penggunaan Pertalite Plus dengan RON 91 untuk menggantikan Pertalite. Wakil Rakyat meminta agar harganya sama dengan harga Pertalite saat ini, yakni sebesar 10 ribu rupiah per liternya.
"Saya juga mendengar, konon kabarnya akan ada BBM dengan Ron 91, yakni antara Pertalite yang selama ini ada, Pertalite Ron 90 dengan Pertamax Ron 92, untuk akhirnya nanti menuju standar Pertamax yang ramah lingkingan. Tetapi bagi kami tidak hanya bagus dari aspek ramah lingkungan, namun juga yang harus diingat bagaimana affordability atau ketersediaannya yang mudah dijangkau, mudah didapatkan. Serta yang terpenting tidak memberatkan masyarakat, artinya terjangkau untuk daya beli masyarakat," papar Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto di Jakarta, Kamis (18/1).
Dengan kata lain, pihaknya mengusulkan jika memang akan ditetapkan BBM Pertalite Plus dengan Ron 91 (selama iini Pertalite Ron 90) yang lebih ramah lingkungan, maka harganya diupayakan harus seharga Pertalite saat ini, yakni sebesar 10 ribu rupiah per liternya. Meserskipun harga itu berdasarkan asumsi dasarnya mendapat subsidi sebesar 2 ribu rupiah per liternya.
Meski demikian, lanjutnya, prinsip dasar dalam menetapkan BBM dan harga BBM saat ini tidak memberatkan masyarakat. Jika memang harus menggunakan subsidi, maka jangan sampai membebani keuangan negara.
Selain itu, penetapan harga BBM jangan memberatkan korporasi yang mendapat tugas untuk menyalurkan dan menjual BBM tersebut, yakni Pertamina.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Karena kami, DPR baru saja memasuki masa persidangan, maka hal ini tentu akan kami bahas bersama lagi nanti. Yang pasti prinsip dasarnya seperti yang tadi saya jelaskan, ramah lingkungan, tidak memberatkan masyarakay, tidak membebani keuangan Negara, serta tidak memberatkan korporasi yang bertugas menyalurkan dam menjual BBM tersebut, dalam hal ini Pertamina," jelasnya.
Jamin Pasokan
Pada kesempatan lain, Direktur Utama PT Pertamina, (Persero), Nicke Widyawati menjelaskan perihal pergantian Pertalite dengan bahan bakar minyak jenis baru, yakni Pertamax Green 92. Pertamax Green 92 ini merupakan campuran antara Pertalite dengan bioetanol yang merupakan sari-sari berasal dari tumbuhan dengan jumlah kadar yang berbeda-beda.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertamax Green 92 dengan mencampur RON 92 dengan 7 persen bioetanol, sementara Pertamax Green 95 mencampur Pertamax dengan 8 persen bioethanol yang lebih ramah lingkungan.
Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina, Alfian Nasution menegaskan BUMN Migas tersebut senantiasa menjaga ketersediaan pasokan BBM dan LPG, baik di terminal BBM dan LPG maupun pemenuhan stok di SPBU. "Patra Niaga juga sudah menyusun perencanaan pasokan energi untuk momentum Ramadan dan Idul Fitri 1445 H yang akan berlangsung pada bulan Maret - April 2024," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!