Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bayi Penderita Sifilis di Wilayah Termiskin di AS Melonjak 900 Persen

📅 Kamis, 16 Feb 2023, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bayi Penderita Sifilis di Wilayah Termiskin di AS Melonjak 900 Persen Doc: NBC News
Ket. Sifilis kongenital terjadi ketika infeksi ditularkan dari ibu kepada bayinya di masa kehamilan.

NEW YORK - Jumlah bayi di Mississippi, Amerika Serikat (AS), yang menjalani perawatan penyakit sifilis kongenital telah melonjak lebih dari 900 persen selama kurun waktu lima tahun terakhir.

Sifilis kongenitaladalah penyakit infeksi serius yang dapat berdampak pada kecacatan seumur hidup dan mematikan terhadap bayibaru lahir

Kejadian itu membuat kemajuan yang dicapai negara bagian termiskin di AS itu dalam memberantas krisis kesehatan masyarakat tersebut menjadi sia-sia, demikian seperti dilansirNBC News pekan lalu.

"Kenaikan kasus telah meningkatkan risiko kejadian yang mengancam nyawa bagi bayi-bayi baru lahir di negara bagian, yang juga mencatatkan tingkat mortalitas bayi terburuk di negara ini," menurut NBC.

Pada 2021, sebanyak 102 bayi baru lahir di Mississippi menjalani perawatan akibat penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual itu. Jumlah tersebut bertambah 10 dari yang tercatat pada 2016.

Data tersebut diterbitkan menurut analisis data tagihan rumah sakit yang dibagikan Direktur Medis untuk Crossroads Clinic Thomas Dobbs. Crossroads Clinic dikelola Departemen Kesehatan (Depkes) Mississippi, yang berfokus pada infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual.

"Hal ini tampak seperti sesuatu yang seharusnya terjadi 100 tahun lalu, bukan tahun lalu. Hal ini benar-benar mencengangkan," kata Dobbs yang juga menjabat sebagai dekan John D. Bower School of Population Health di University of Mississippi Medical Center.

Depkes Mississippi tidak secara resmi melacak kasus kematian akibat sifilis kongenital. Namun, lembaga tersebut menyebutkansedikitnya satu bayi meninggal dunia akibat penyakit itu di 2021.

Sifilis kongenital terjadi ketika infeksi ditularkan dari sang ibu kepada anaknya pada masa kehamilan. Jika tidak diberi perawatan, maka wanita hamil dengan penyakit sifilis memiliki peluang 80 persen untuk menularkan penyakit tersebut kepada bayinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

32 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

56 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.