Bank Sentral Eropa: Prospek Stabilitas Keuangan Zona Euro Masih Rapuh
📅 Sabtu, 03 Jun 2023, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: ANTARA/XINHUA
JAKARTA - Kombinasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan kondisi sticky inflation akan terus menekan stabilitas keuangan di zona euro, kata Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) dalam laporan yang diterbitkan di Frankfurt, Jerman, pada Rabu (31/5).
Laporan Tinjauan Stabilitas Keuangan, yang dirilis bank tersebut sebanyak dua kali dalam setahun, menunjukkan pasar keuangan masih rentan terhadap pertumbuhan yang kurang menguntungkan dan dampak inflasi.
Seperti dikutip dari Antara, menurut laporan tersebut, bank-bank di zona euro, yang basisnya "solid", terbukti tangguh di tengah krisis sektor perbankan di Amerika Serikat (AS).
Namun, ECB menyatakan peristiwa seperti krisis perbankan AS tersebut dapat mengarah pada penilaian ulang terhadap profitabilitas dan prospek likuiditas untuk bank-bank zona euro, seiring semakin meningkatnya suku bunga.
Laporan itu juga memperingatkan potensi yang lebih tinggi untuk penyesuaian yang tidak teratur di pasar keuangan saat biaya pinjaman melonjak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, prospek bisnis perusahaan di zona euro ikut dibayangi oleh kenaikan biaya. Angka kebangkrutan di mayoritas ekonomi zona euro besar tetap rendah tetapi mulai meningkat.
"Kerentanan perusahaan mungkin lebih tinggi dari yang ditunjukkan angka keseluruhan," sebut laporan itu.
Kondisi keuangan yang lebih ketat telah menurunkan laju pertumbuhan tahunan pinjaman kepada rumah tangga, yang melambat menjadi 2,8 persen pada Maret 2023.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembelian Rumah
Rata-rata suku bunga pinjaman untuk pembelian rumah di zona euro naik tajam menjadi 3,4 persen pada Maret. Seiring suku bunga yang lebih tinggi mengurangi keterjangkauan hipotek, pasar properti hunian di beberapa negara zona euro mendingin secara signifikan pada paruh kedua (H2) 2022 dan tren tersebut akan berlanjut pada 2023.
"Baik originasi pinjaman hipotek dan harga rumah telah melambat secara signifikan di tengah peningkatan suku bunga," kata ECB.
Sementara itu, Wakil Presiden ECB, Luis de Guindos, menyebutkan musim semi ini segenap pihak melihat gejolak keuangan yang cukup besar, dengan sorotan semakin beralih pada kekhawatiran risiko sistemik menyusul serangkaian kegagalan bank di luar kawasan euro.
"Sementara kejatuhan yang dialami oleh bank-bank kawasan euro terbatas, peristiwa-peristiwa ini telah berfungsi sebagai pengingat yang kuat akan pentingnya memastikan fundamental sistem perbankan tetap sehat, di lingkungan di mana kondisi keuangan diperketat untuk mengatasi peningkatan inflasi di seluruh dunia," ungkapnya dalam sebuah pernyataan di situs resmi ECB.
Menurut de Guindos, stabilitas harga tetap sama pentingnya seperti sebelumnya untuk menjaga stabilitas keuangan secara tahan lama. Kondisi pembiayaan yang lebih ketat untuk secara paksa mengatasi inflasi yang tinggi telah berkontribusi pada penilaian kembali prospek ekonomi dan pembalikan premi risiko harga aset yang terlalu terkompresi. Ketika kondisi keuangan menjadi normal, hal ini dapat mengekspos kerentanan dan kesalahan dalam sistem keuangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!