Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banjir Bandang di Bondowoso Disebabkan Terjadi Longsor di Hulu Sungai

📅 Selasa, 14 Feb 2023, 13:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banjir Bandang di Bondowoso Disebabkan Terjadi Longsor di Hulu Sungai Doc: antarafoto
Ket. Lumpur dan kayu akibat banjir bandang di Bondowoso.

BONDOWOSO - Perum Perhutani KPH Bondowoso, Jawa Timur, menyatakan penyebab banjir bandang yang melanda dua desa di Kecamatan Ijen pada Minggu (12/2) petang diakibatkan terjadinya beberapa titik longsor di hulu sungai sehingga air bah dari dataran tinggi itu meluap dan menerjang permukiman penduduk.

Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso Andi Adrian Hidayat menjelaskan sebelum banjir menerjang Desa Kalisat dan Sempol di lereng Gunung Ijen, terjaid sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (11/2) hingga Minggu (12/2) dan menyebabkan terjadinya longsor pada kawasan hutan alam sekunder (HAS) jenis tanaman rimba alam di petak 99A RPH dataran Ijen BKPH Sukosari.

"Berdasarkan pantauan kami menggunakan pesawat tanpa awak (drone) ada 14 titik longsor di hulu sungai yang mengalir ke permukiman penduduk Desa Sempol dan Kalisat," kata Andi di Bondowoso, Selasa (14/2).

Berawal dari adanya belasan longsoran di hulu sungai itu, lanjut dia, sehingga mengakibatkan genangan air melimpah dan tidak dapat terbendung hingga akhirnya terjadi banjir bandang akibat meluber-nya ke permukiman penduduk dan jalan di lereng Gunung Ijen itu.

"Selain itu juga karena kapasitas sungai dan drainase di hilir tidak dapat menampung aliran banjir yang datangnya secara tiba-tiba dari hulu," ujar Andi.

Dia juga mengklaim bahwa kawasan hutan petak 99A kondisi tanaman rimba alamnya sangat baik dan rapat serta tidak ada penggarapan oleh masyarakat sekitar.

"Kami pastikan bahwa banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Ijen murni karena adanya tanah longsor beberapa titik di hulu sungai," katanya.

Andi menambahkan, di Gunung Suket kondisinya juga sudah bagus dan tidak ada bukaan (tidak gundul), dan di area seluas 75 hektare itu juga terdapat tanaman rimba campur dan di hutan produksi terdapat pohon pinus.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Di Gunung Suket sekarang sudah tidak ada lagi tanaman hortikultura karena kami sudah tidak memberikan izin," ujarnya.

Sebelum terjadi banjir bandang yang menerjang permukiman penduduk di Desa Sempol dan Kalisat itu terjadi hujan deras dan kemudian tiba-tiba air bercampur lumpur dan pasir serta ranting maupun dahan kayu menerjang rumah warga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

28 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.