Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bagaimana Optimasi Bantu Atasi Tantangan Efisiensi Pusat Data?

📅 Minggu, 27 Jul 2025, 11:53 WIB | Oleh:
Bagaimana Optimasi Bantu Atasi Tantangan Efisiensi Pusat Data? Doc: AMD
Ket. Ilustrasi pusat data.

JAKARTA - Di era adopsi cloud dan AI, permintaan bandwidth pusat data (data center) telah meroket, menyebabkan pertumbuhannya eksponensial di seluruh dunia. Hal ini menciptakan kendala dalam kaitannya dengan isu keberlanjutan, ruang, dan anggaran.

“Para pembuat kebijakan menyadari manfaat pusat data bagi produktivitas, pertumbuhan ekonomi, dan penelitian, tetapi masih terdapat ketegangan mengenai dampaknya terhadap masyarakat lokal, serta penggunaan air dan Listrik,” kata General Manager Asia Pacific (APAC)  AMD Alexey Navolokin melalui keterangannya pada hari Jumat (25/7).

Solusi terbaik adalah mengoptimalkan infrastruktur pusat data yang sudah ada untuk memaksimalkan kinerja, sekaligus tetap memperhatikan batasan yang ada. Kota, produk konsumsi, dan dunia akan semakin digital, dan membutuhkan lebih banyak komputasi untuk mengimbanginya.

“Mengoptimalkan infrastruktur pusat data yang sudah kita miliki untuk meningkatkan kinerja adalah cara terbaik bagi data center untuk mengubah kendala menjadi peluang keunggulan kompetitif,” ujar dia.

Mengapa optimasi pusat data penting

Para CIO dan pemimpin TI semakin dituntut untuk menyediakan infrastruktur komputasi dasar berkinerja tinggi di seluruh bisnis mereka dan menangani kasus penggunaan baru yang lebih menantang, sekaligus menyeimbangkan komitmen keberlanjutan, keterbatasan ruang, dan anggaran. Banyak yang berupaya membangun pusat data baru secara langsung untuk  memenuhi permintaan dan memadukannya dengan teknologi hemat energi guna meminimalkan dampak lingkungannya.

Navolokin mencontohkan, Superkomputer LUMI (Large Unified Modern Infrastructure), salah satu yang terkuat di Eropa, menggunakan 100% energi hidroelektrik bebas karbon untuk operasinya, dan panas buangannya digunakan kembali untuk memanaskan rumah-rumah di kota terdekat, Kajanni, Finlandia.

Ada banyak contoh lain seperti LUMI yang menunjukkan kemajuan pesat yang telah dicapai industri pusat data dalam memenuhi kebutuhan efisiensi energi. Namun, efisiensi energi saja tidak akan cukup untuk memenuhi permintaan AI yang terus meningkat, yang diperkirakan akan meningkatkan kapasitas penyimpanan.

Kebutuhan energi AI yang lebih besar juga akan membutuhkan desain yang lebih hemat energi untuk membantu memastikan skalabilitas dan memenuhi tujuan lingkungan. Dengan luas pusat data, lahan, dan jaringan listrik yang hampir mencapai kapasitas, salah satu cara untuk mengoptimalkan desain adalah dengan meningkatkan server lama.

Pusat data merupakan investasi yang mahal, dan beberapa CIO dan pemimpin TI mencoba menutup biaya dengan menjalankan hardware mereka selama mungkin. Akibatnya, sebagian besar pusat data  masih menggunakan perangkat keras (hardware) yang berusia 10 tahun (Dell) dan hanya memperluas komputasi jika benar-benar diperlukan.

Meskipun membangun pusat data baru mungkin diperlukan bagi sebagian orang, namun tetap ada peluang signifikan untuk meningkatkan infrastruktur yang ada. Peningkatan ke sistem yang lebih baru berarti pusat data dapat menjalankan tugas yang sama dengan lebih efisien.

Kapasitas pusat data TI global akan tumbuh dari 180 Gigawatt (GW) pada tahun 2024 menjadi 296 GW pada tahun 2028, dengan CAGR sebesar 12,3%. Sementara itu, konsumsi listrik akan tumbuh pada tingkat yang lebih tinggi, yaitu 23,3%, dari 397 Terawatt jam (TWh) menjadi 915TWh pada tahun 2028.

“Untuk pusat data yang menua, hal ini dapat mengakibatkan berkurangnya jumlah rak dan sistem yang harus dikelola, namun tetap mempertahankan bandwidth yang sama,” ucap dia.

Hal ini dapat memberikan ruang yang signifikan untuk kebutuhan TI di masa mendatang, tetapi juga memberikan ruang untuk eksperimen yang mutlak diperlukan dalam beban kerja AI saat ini. Mereka dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk membangun setengah rak bukti konsep yang lebih murah sebelum mengarah ke pembangunan yang lebih besar dan menggunakan chip baru yang sangat efisien untuk membantu mengurangi konsumsi energi dan kebutuhan pendinginan, sehingga investasi dapat kembali lebih cepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

37 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.