Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Badan Geologi: Enam desa di Flores Timur waspada erupsi Lewotobi

📅 Minggu, 02 Jun 2024, 16:12 WIB | Oleh:
Badan Geologi: Enam desa di Flores Timur waspada erupsi Lewotobi Doc: ANTARA/Fransiska Mariana Nuka
Ket. Visual Gunung Api Lewotobi Laki-laki (kanan) dan Lewotobi Perempuan (kiri), di Flores Timur, NTT, Minggu (2/6/2024).

Larantuka- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan enam desa di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mewaspadai bahaya abu vulkanik dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

"Di Kecamatan Wulanggitang ada Desa Nawokote, Klatanto, dan Hokeng Jaya. Sedangkan Kecamatan Ile Bura di Desa Dulipali, Nobo, dan Nurabelen," kata Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Wilayah Nusa Tenggara Badan Geologi Zakarias Ghele Raja ketika dihubungi dari Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, Minggu.

Ia mengingatkan warga enam desa itu untuk melakukan langkah antisipasi, seperti memakai masker untuk menghindari hujan abu vulkanik dampak dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Pasalnya erupsi yang sering terjadi saat ini mengeluarkan abu vulkanik yang menyebabkan terjadinya hujan abu pada beberapa desa di sekitar kaki Gunung Lewotobi, tergantung arah dan kecepatan angin yang bertiup membawa abu tersebut.

Ia menjelaskan perkembangan terkini teramati peningkatan frekuensi kegempaan dalam sebulan terakhir.

Menurutnya, frekuensi kegempaan yang mengalami peningkatan didominasi gempa vulkanik yang mengindikasikan masih adanya suplai magma dari kedalaman yang berkonsekuensi pada kejadian erupsi yang hampir setiap hari terjadi.

"Peningkatan frekuensi kegempaan menonjol pada akhir April hingga saat ini berimplikasi pada kejadian erupsi terkini," ucapnya.

Adapun kejadian erupsi terakhir terekam pada pukul 07.31 WITA dengan ketinggian mencapai 700 meter di atas puncak Gunung Lewotobi Laki-laki.

Erupsi yang berlangsung lebih kurang tujuh menit itu menyebabkan hujan abu di beberapa wilayah desa.

Badan Geologi pun merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki, pengunjung, dan wisatawan, tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius dua km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

"Serta sektoral tiga kilometer pada arah Utara-Timur Laut dan lima kilometer pada sektor Timur Laut," ucap Zakarias.

Gunung Lewotobi merupakan gunung api kembar yang terdiri dari dua puncak yakni Lewotobi Laki-laki dan Lewotobi Perempuan.

Tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki kini berada pada Level II atau Waspada, sedangkan Lewotobi Perempuan berada pada Level I atau Normal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.