Ayo 'Nandur'! Kaka Slank Diajak Gubernur Jatim Khofifah Tanam Mangrove di Bangkalan
📅 Selasa, 04 Nov 2025, 10:06 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Pemprov Jatim
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama musisi Kaka Slank "nandur" (menanam) mangrove di Pantai Martajasah, Kabupaten Bangkalan, Senin (3/11), seraya mengajak masyarakat menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar.
“Ketangguhan ekologis adalah bagian dari ketangguhan daerah. Dari ekosistem yang lestari, lahir masyarakat yang tangguh, ekonomi yang inklusif, dan masa depan yang berkelanjutan. Ini bisa jadi referensi daerah-daerah lain. Ayo nandur, nandur, dan nandur,” ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Selasa (4/11).
Festival Mangrove VIII itu menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur serta simbol kolaborasi multipihak dalam menjaga ketangguhan ekologis wilayah pesisir.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah mengendarai skuter listrik dari Pendopo Kabupaten Bangkalan menuju Pantai Martajasah, lalu menanam mangrove bersama Kaka Slank, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) V Surabaya Laksamana Muda TNI Ali Triswanto, Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Dirjen PDASRH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dyah Murtiningsih, Bupati Bangkalan Lukman Hakim, serta sejumlah pejabat lainnya.
Menurut Gubernur Khofifah, lingkungan yang sehat menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui gerakan “Ayo Nandur”, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama.
Festival tersebut diisi dengan penanaman mangrove, pelepasliaran burung air, tebar benih kepiting, pengobatan gratis, edukasi lingkungan untuk pelajar, hingga pameran hilirisasi produk mangrove dan kampanye gaya hidup rendah emisi.
Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2024 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jawa Timur memiliki mangrove seluas 30.839,3 hektare atau 48,38 persen dari total di Pulau Jawa, meningkat 3.618 hektare sejak 2021.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Melalui program Mangrove Lestari, kita berkomitmen memperkuat ketahanan lingkungan dan berkontribusi nyata terhadap target Net Zero Emission 2060. Ini adalah ikhtiar Jawa Timur untuk menjaga bumi agar tetap lestari bagi generasi mendatang,” kata Khofifah.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Jumadi menyebut, sepanjang 2025 pemerintah provinsi menargetkan rehabilitasi mangrove dan asosiasinya seluas 85,1 hektare dengan potensi serapan karbon 3.435,49 ton CO₂ ekuivalen.
Sementara itu, Kaka Slank menilai kepemimpinan Gubernur Khofifah menjadi teladan dalam pelestarian lingkungan.
“Kalau kepala daerahnya kayak Bu Gubernur Jawa Timur sih saya percaya alam Jawa Timur kalau cita-citanya Jatim Lestari pasti tercapai. Saya berpesan kepada generasi muda bahwa pelestarian lingkungan, utamanya mangrove, itu adalah investasi surga,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!