Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nyoblos di TPS Potlot, Kaka Slank Harap Pendidikan Bisa Gratis

📅 Rabu, 14 Feb 2024, 14:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Nyoblos di TPS Potlot, Kaka Slank Harap Pendidikan Bisa Gratis Doc: ANTARA/Fitra Ashari
Ket. Vokalis grup band Slank Akhadi Wira Satriaji atau Kaka Slank mencoblos di TPS 31 Potlot, Duren Tiga, Jakarta (14/2).

JAKARTA -Vokalis grup band Slank Akhadi Wira Satriaji atau Kaka Slank berharap pada pemilu kali ini pemerintah bisa menerapkan sekolah gratis agar semakin banyak orang pintar di Indonesia.

"Harapannya sekolah gratis jadi makin banyak orang pintar, jadi peluang untuk di bodoh-bodohi kecil," katanya saat ditemui di Jalan Potlot, Duren Tiga, Jakarta, Rabu (14/2).

Kaka, yang mencoblos di TPS 31 bersama istri dan anaknya, mengatakan sekolah bisa jadi tempat untuk menerapkan sistem politik sedari dini. Dengan adanya sekolah gratis akan semakin banyak masyarakat yang pintar sehingga tidak mudah dibodohi.

Hal itu yang juga menjadi pertimbangannya dalam memilih calon presiden dan calon legislatif yang mendukung soal pendidikan. Ia juga melihat dari latar belakang para kandidat yang ia kenal dan mengetahui track record dari calon tersebut.

Selain soal pendidikan, Kaka juga menaruh perhatian pada seni dan budaya yang ia harap juga semakin diperhatikan oleh pemerintah agar budaya Indonesia bisa mendunia.

"Kebudayaan juga harus dipandang sebagai hal utama untuk bangsa ini karena jangan cuma ngomong Indonesia budayanya kuat tapi kalau nggak support dari pemerintah enggak jadi apa-apa juga," katanya.

Mengambil contoh dari kebudayaan Korea Selatan yang bisa mendunia dengan pop kulturnya, ia berharap dengan budaya Indonesia yang lebih banyak dapat di dukung oleh pemerintah pada periode mendatang.

Pria kelahiran 1974 ini juga mengaku sering bertukar pendapat dengan anak dan istrinya tentang politik. Ia pun membebaskan anaknya untuk memilih calon presiden maupun legislatif yang dikehendaki dengan mencari latar belakang para kandidat dari internet.

"Belajar demokrasi yang paling sederhana kan di rumah, jadi dari dulu sih begitu, sudah punya KTP berarti sudah dewasa sudah nggak pantas gue suruh-suruh, sudah pilihan mereka," kata Kaka.

Pemilu 2024 meliputi pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota DPRD provinsi, serta anggota DPRD kabupaten/kota dengan daftar pemilih tetap (DPT) tingkat nasional sebanyak 204.807.222 pemilih.

Pemilu 2024 diikuti 18 partai politik nasional yakni (sesuai dengan nomor urut) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Buruh, dan Partai Gelora Indonesia.

Berikutnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Hanura, Partai Garuda, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Ummat.

Selain itu, terdapat enam partai politik lokal sebagai peserta yakni Partai Nanggroe Aceh, Partai Generasi Atjeh Beusaboh Tha'at dan Taqwa, Partai Darul Aceh, Partai Aceh, Partai Adil Sejahtera Aceh, dan Partai Soliditas Independen Rakyat Aceh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.